SARAJEVO - Pemimpin Serbia Bosnia, Milorad Dodik, membuat pernyataan mengejutkan menjelang pemilu Bosnia yang dijadwalkan pada 4 Oktober mendatang. Dalam rapat kampanye terakhirnya, Dodik dengan tegas menyatakan bahwa Bosnia dan Herzegovina sudah 'mati' sebagai sebuah negara.
Pernyataan ini muncul di tengah kondisi Bosnia yang masih terbelah tajam soal masa depan politik mereka, terutama terkait hubungan dengan Uni Eropa dan Rusia. Dodik, yang dikenal sebagai tokoh nasionalis Serbia Bosnia, terus mendorong agenda pemisahan diri wilayah Republika Srpska dari Bosnia dan Herzegovina.
Analisis Dampak: Pernyataan Dodik ini berpotensi memanaskan tensi politik di kawasan Balkan yang memang sudah rawan konflik sejak perang 1990-an. Bagi masyarakat Bosnia, retorika seperti ini bisa memperdalam perpecahan etnis antara Serbia Bosnia, Kroasia Bosnia, dan Bosniak (Muslim Bosnia). Selain itu, ketegangan ini juga menjadi ujian bagi stabilitas Eropa, mengingat Bosnia adalah negara kandidat Uni Eropa yang masih rapuh secara politik. Jika situasi memburuk, dikhawatirkan bisa memicu instabilitas regional yang lebih luas.