NEPAL PILIH PEMIMPIN! MUDA VS TUA, SIAPA KUASAI TAKHTA? - Berita Dunia
← Kembali

NEPAL PILIH PEMIMPIN! MUDA VS TUA, SIAPA KUASAI TAKHTA?

Foto Berita

Republik Himalaya Nepal siap menggelar pemilihan parlemen baru pada Kamis ini, sebuah momen krusial yang akan menentukan arah masa depan negara itu. Pemilu kali ini bukan sekadar pergantian pemerintahan, melainkan pertarungan sengit antara gelombang kandidat muda yang membawa janji perubahan, melawan dominasi politikus veteran yang sudah bercokol selama dua dekade.

Suasana kampanye yang berlangsung selama dua minggu terakhir menunjukkan antusiasme besar, terutama dari generasi muda. Sekitar 30 persen dari lebih 3.400 kandidat berusia di bawah 40 tahun, membawa harapan baru untuk mengatasi masalah ekonomi Nepal yang disebut “struggling” dan menuntut stabilitas politik pasca-pemberontakan pada September 2025. Pemberontakan yang dipimpin Gen Z tersebut menewaskan sedikitnya 77 orang, dan situasinya disebut Perdana Menteri interim Sushila Karki sebagai "kompleks, sensitif, dan menantang".

Dalam siaran televisi nasional, PM Karki, mantan hakim agung, secara khusus meminta seluruh 19 juta pemilih yang terdaftar—termasuk 800.000 pemilih pemula—untuk berpartisipasi aktif. "Demi memajukan negara di jalur stabilitas politik dan kemakmuran, semua pemilih harus berpartisipasi," ujarnya, seraya memohon agar semua pihak menjaga perdamaian dan harmoni selama proses pemilihan.

Salah satu pertarungan paling disorot adalah di konstituen Jhapa-5. Di sana, mantan Perdana Menteri KP Sharma Oli, seorang pemimpin Marxis berusia 74 tahun, akan berhadapan dengan Balendra Shah, rapper berusia 35 tahun yang kini menjadi politikus. Shah, atau akrab disapa Balen, yang dikenal sebagai mantan Wali Kota Kathmandu, maju sebagai simbol perubahan politik yang digerakkan kaum muda dari Rastriya Swatantra Party (RSP). Oli, yang digulingkan tahun lalu, menyalahkan "kekuatan anarkis" atas kekerasan yang menyebabkan kejatuhannya dan membantah memerintahkan pembunuhan pengunjuk rasa.

Pemilihan ini menjadi cerminan nyata dari pergeseran lanskap politik Nepal. Keterlibatan aktif generasi muda, terutama Gen Z, menunjukkan adanya harapan besar untuk perbaikan, khususnya dalam sektor ekonomi dan stabilitas. Namun, tantangan terbesarnya adalah bagaimana Nepal bisa menyeimbangkan tuntutan modern dari generasi baru dengan tradisi politik yang sudah lama, sambil memastikan transisi berjalan damai dan menghasilkan pemerintahan yang benar-benar bisa membawa kemakmuran bagi rakyatnya. Hasil pemilu akan menjadi indikator penting masa depan demokrasi Republik Himalaya ini.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook