NEW YORK — Publik New York kembali bergolak. Seorang pria menjadi korban tembakan aparat Imigrasi Amerika Serikat (ICE) dalam insiden yang terjadi saat ia sedang berada di dalam mobil bersama anaknya yang masih berusia lima tahun. Insiden ini memicu kemarahan warga dan gelombang protes di jalanan kota.
Menurut laporan Al Jazeera English, aksi penembakan terjadi setelah agen ICE mengepung kendaraan korban. Kejadian nahas yang disaksikan langsung oleh sang anak ini sontak memicu kecaman keras dari berbagai pihak, terutama karena melibatkan keselamatan jiwa anak di bawah umur.
Wali Kota New York, Zohran Mamdani, bergerak cepat dengan menghubungi Presiden Donald Trump. Dalam komunikasinya, Mamdani mendesak agar operasi ICE di wilayah kotanya segera dihentikan dan ditarik mundur.
Analisis Dampak: Insiden ini semakin memperuncing ketegangan antara pemerintah federal dan pemerintah kota terkait kebijakan imigrasi. Bagi masyarakat, kejadian ini menimbulkan trauma mendalam dan rasa tidak aman, terutama bagi komunitas imigran. Kehadiran anak dalam insiden ini menjadi pemicu utama kemarahan publik, karena dianggap melanggar batas kemanusiaan dan keselamatan sipil.