HARGA GAS DUNIA GONJANG-GANJING, EROPA WASPADA KRISIS ENERGI - Berita Dunia
← Kembali

HARGA GAS DUNIA GONJANG-GANJING, EROPA WASPADA KRISIS ENERGI

Foto Berita

Komisi Uni Eropa (UE) kini mengambil langkah antisipasi serius menyusul gejolak harga gas di pasar global. Komisioner Energi UE, Dan Jorgensen, secara resmi mengirimkan surat kepada seluruh negara anggota pada Sabtu lalu. Isinya mendesak mereka untuk memulai pengisian cadangan gas untuk musim dingin mendatang secepat mungkin. Tujuannya jelas: meredam tekanan pada harga dan menghindari 'rush' pengisian di akhir musim panas yang bisa membuat harga makin tak terkendali.

Jorgensen bahkan menyarankan agar target pengisian cadangan gas yang semula 90 persen dari kapasitas, bisa dipangkas menjadi 80 persen. Bahkan, dalam kondisi sangat sulit dan berdasarkan asesmen komisi, angka itu bisa diturunkan hingga 70 persen. Langkah ini diambil beberapa hari setelah Iran melancarkan serangan terhadap kompleks industri Ras Laffan di Qatar, salah satu pemasok sekitar 20 persen kebutuhan gas alam cair (LNG) dunia.

Serangan Iran ini disebut sebagai balasan atas penargetan Israel terhadap ladang gas South Pars milik Iran, yang merupakan bagian dari perang yang lebih luas antara AS-Israel melawan Iran. QatarEnergy, perusahaan energi milik negara Qatar, mengungkapkan bahwa serangan tersebut melumpuhkan 17 persen kapasitas ekspor gas Doha dan diperkirakan akan memengaruhi ekspor selama lima tahun ke depan. Dampak paling terasa akan dirasakan oleh negara-negara Asia seperti Tiongkok, Jepang, dan India, yang selama ini menjadi pembeli utama LNG Qatar, mencapai sekitar 80 persen dari total ekspornya.

Meski Uni Eropa hanya mengimpor sekitar 9 persen LNG dari Qatar, Benua Biru ini tetap tak bisa lepas dari imbasnya. Lonjakan harga gas global dan peningkatan persaingan di pasar energi, ditambah gangguan lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz akibat konflik, turut mengancam stabilitas pasokan mereka. Sejak perang dimulai pada 28 Februari, harga gas alam di UE sudah melonjak lebih dari 30 persen, puncaknya setelah serangan Israel ke South Pars dan balasan Iran ke Ras Laffan.

Jorgensen memang menyatakan bahwa pasokan gas UE, yang kini mayoritas dipenuhi oleh Amerika Serikat pasca-pelepasan ketergantungan pada energi Rusia, masih 'relatif terlindungi saat ini'. Namun, ia juga memperingatkan, sebagai importir energi, 'harga global yang tinggi dan fluktuatif ini juga dapat memengaruhi proyeksi cadangan gas UE.' Ia menekankan bahwa perkembangan ini 'mengancam keamanan regional dan global', sehingga pengisian ulang cadangan secara dini dan bertahap menjadi sangat krusial.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook