ROMA, ITALIA — Pemimpin tertinggi Gereja Katolik sedunia, Paus Leo XIV, dijadwalkan meninggalkan Rumah Sakit Gemelli di Roma pada Sabtu sore waktu setempat. Kepulangan ini terjadi hanya empat hari setelah ia menjalani operasi pengangkatan jaringan kanker di paru-parunya.
Operasi yang berlangsung selama 90 menit pada Selasa lalu tersebut melibatkan pengangkatan lobus bawah paru kanan. Tim dokter yang merawat menyatakan bahwa hasil tes darah dan rontgen dada menunjukkan perbaikan yang stabil pasca-operasi. Meski begitu, hasil uji lanjutan untuk mendeteksi penyebaran sel kanker belum diumumkan secara resmi oleh Vatikan.
Meskipun masa pemulihan terbilang singkat, Vatikan mengonfirmasi bahwa Paus akan tetap memimpin doa Angelus dan memberikan berkat kepada umat di Lapangan Santo Petrus pada Minggu besok. Jadwal ini sempat mengejutkan publik mengingat sebelumnya agenda kepausan telah dikosongkan hingga 20 Oktober mendatang.
Selain urusan kesehatan, Paus Leo XIV juga menyempatkan diri melakukan diplomasi internasional dengan menelepon Presiden Rusia, Vladimir Putin, pada Jumat lalu. Dalam percakapan pertama sejak Juni 2025 tersebut, Paus mendesak dialog dan perdamaian di tengah intensifikasi serangan Rusia ke Ukraina. Ia juga menyerukan gencatan senjata kemanusiaan di kota Oleshkiy yang diduduki Rusia untuk memungkinkan evakuasi warga dan pengiriman bantuan medis.
Analisis Dampak: Kepulangan cepat Paus Leo XIV menjadi angin segar bagi umat Katolik global yang sempat cemas dengan kondisi kesehatannya. Namun, kemunculan publik yang terlalu dini berisiko mengganggu proses pemulihan medis. Di sisi lain, aktivitas diplomatik Paus menunjukkan bahwa Vatikan tetap berupaya memainkan peran moral yang signifikan dalam konflik geopolitik, khususnya terkait krisis kemanusiaan di Ukraina, meskipun efektivitas seruan moral ini masih dipertanyakan di tengah kerasnya realitas perang.