YENAKIYEVO, DONETSK – Serangan drone kembali memakan korban jiwa di wilayah konflik Rusia-Ukraina. Sebuah bus penumpang jurusan Moskow-Simferopol dihantam pesawat nirawak (UAV) di kota Yenakiyevo, wilayah Donetsk yang dikuasai Rusia, Rabu (5/6) dini hari. Akibatnya, tujuh warga sipil tewas dan 11 lainnya luka-luka.
Denis Pushilin, pemimpin boneka Kremlin di Donetsk, mengkonfirmasi insiden ini melalui Telegram. “Bus tersebut diserang UAV. Berdasarkan laporan awal, tujuh warga sipil tewas,” tulisnya. Ia menambahkan, para korban luka kini tengah menjalani perawatan intensif.
Serangan ini terjadi di tengah eskalasi dramatis serangan udara. Sehari sebelumnya, Rusia meluncurkan salah satu serangan terbesarnya sejak invasi 2022, menembakkan lebih dari 700 rudal dan drone ke berbagai kota Ukraina. Serangan itu menewaskan setidaknya 22 orang, termasuk perempuan dan anak-anak, serta melukai lebih dari 100 lainnya.
Menariknya, di sisi lain, Rusia mengklaim berhasil menembak jatuh lebih dari 350 drone Ukraina dalam semalam. Sebanyak 50 drone bahkan jatuh di wilayah Leningrad, dekat Kota Sankt-Peterburg yang sedang bersiap menggelar Forum Ekonomi Internasional. Insiden ini sempat membuat Bandara Pulkovo menutup sementara lalu lintas penerbangannya.
Analisis Dampak:
Serangan terhadap bus sipil ini menandai eskalasi baru yang berbahaya. Target transportasi umum menunjukkan bahwa batas antara target militer dan sipil semakin kabur. Ini bukan hanya soal korban jiwa, tetapi juga ancaman psikologis bagi warga yang mencoba menjalani aktivitas normal di tengah perang.
Yang lebih mengkhawatirkan, serangan balasan ini terjadi tepat saat Rusia menggelar acara akbar di Sankt-Peterburg. Ini sinyal bahwa Ukraina mampu menjangkau simbol kekuasaan dan pusat ekonomi Rusia, sekaligus membuktikan bahwa perang tidak lagi hanya terjadi di garis depan.
Sementara itu, juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, dengan tegas menyatakan bahwa praktik serangan sistematis ini akan terus berlanjut. Ini menjadi ancaman nyata bagi keselamatan warga sipil di kedua sisi medan perang.