SELAT HORMUZ MEMANAS, TANKER TERBAKAR, DUNIA WASWAS - Berita Dunia
← Kembali

SELAT HORMUZ MEMANAS, TANKER TERBAKAR, DUNIA WASWAS

Foto Berita

Jakarta - Situasi di kawasan Teluk memanas lagi. Iran melaporkan tujuh kapal tanker minyak terbakar atau mengalami kerusakan di sekitar Selat Hormuz. Garda Revolusi Iran (IRGC) langsung memberi peringatan keras: jika Amerika Serikat kembali melancarkan serangan, respons mereka akan jauh lebih luas.

Peringatan ini muncul di tengah spekulasi serangan AS sebelum pemilu sela 3 November. Meski analis menilai serangan besar kemungkinan tidak terjadi, retorika perang dari kedua kubu membuat dunia khawatir ketegangan bisa berujung pada konflik terbuka. Fokus utamanya sekarang: siapa yang menguasai Selat Hormuz dan fasilitas nuklir Iran.

Yang menarik, sebelum AS dan Israel melancarkan serangan pertama pada 28 Februari, Selat Hormuz sama sekali bukan isu utama. Jalur air kritis itu—yang sebelum perang dilalui seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia—baru menjadi sorotan setelah konflik meletus. Bahkan saat itu, negosiasi program nuklir Iran masih berjalan.

Kini situasinya jauh berbeda. AS kehabisan stok senjata pertahanan, sementara krisis energi global membayangi. Jika serangan kembali terjadi, medan pertempuran tidak lagi tunggal. Iran dan sekutunya—Hamas dan Hezbollah—sudah terlibat di berbagai front. Hamas melemah drastis akibat serangan Israel ke Gaza yang menewaskan lebih dari 1.400 warga Palestina sejak gencatan senjata Oktober lalu. Hezbollah ikut terseret setelah pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, memicu invasi Israel ke Lebanon selatan yang mengungsikan lebih dari satu juta orang.

Perubahan geografis paling besar adalah munculnya jalur air dan infrastruktur energi Teluk sebagai target utama. Serangan Iran pada aset militer AS dan infrastruktur sipil telah menyeret negara-negara Teluk ke dalam perang yang selama ini mereka hindari. Peneliti Royal United Services Institute, Urban Coningham, menegaskan: negosiasi AS-Iran yang dulu fokus pada sekutu regional dan program nuklir, kini bergeser total ke Selat Hormuz dan serangan di Teluk.

Dampaknya bagi masyarakat global sangat nyata. Selat Hormuz adalah urat nadi energi dunia. Jika konflik meluas, harga minyak bisa melonjak tajam, memicu inflasi dan krisis energi di banyak negara. Bagi Indonesia, kenaikan harga minyak global akan langsung menekan subsidi energi dan biaya transportasi. Masyarakat perlu bersiap menghadapi potensi gejolak harga barang kebutuhan pokok jika ketegangan di Teluk tidak mereda.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook