AFRIKA AKHIRNYA PUNYA SIRKUIT F1, RWANDA JADI TUAN RUMAH 2030 - Berita Dunia
← Kembali

AFRIKA AKHIRNYA PUNYA SIRKUIT F1, RWANDA JADI TUAN RUMAH 2030

Foto Berita

Setelah absen selama lebih dari tiga dekade, ajang balap Formula 1 (F1) dipastikan akan kembali bergaung di Benua Afrika. Rwanda resmi menandatangani kesepakatan jangka panjang berdurasi 10 tahun untuk menjadi tuan rumah Grand Prix, dengan balapan perdana diproyeksikan berlangsung pada awal tahun 2030-an.

Pengumuman bersejarah ini disampaikan langsung oleh Presiden Rwanda, Paul Kagame, dalam sebuah upacara di Kigali yang turut dihadiri oleh CEO F1 Stefano Domenicali dan Presiden FIA Mohammed Ben Sulayem. Kagame menyebut momen ini sebagai tonggak penting bagi Afrika, menegaskan bahwa Rwanda siap mengubah cara dunia memandang olahraga di kawasan tersebut.

Sirkuit balap baru ini akan dibangun di dekat Bandara Internasional Bugesera, sekitar 40 kilometer di selatan ibu kota Kigali. Trek ini dirancang oleh firma arsitektur mantan pembalap Austria, Alex Wurz, dengan spesifikasi sirkuit sepanjang 6 kilometer yang memiliki 17 tikungan dan mengusung layout berlawanan arah jarum jam (anti-clockwise). Menariknya, sirkuit ini mengikuti kontur alam dengan elevasi mencapai 197 meter per putaran, menjanjikan tantangan tersendiri bagi para pembalap.

Dibangun sesuai standar FIA Grade 1, sirkuit ini tidak hanya akan digunakan untuk F1, tetapi juga direncanakan menjadi venue berbagai kompetisi motorsport dan acara besar lainnya. Kehadiran F1 di Rwanda dinilai sebagai 'potongan puzzle yang hilang' dalam peta balap global, melengkapi kehadiran F1 yang sebelumnya hanya menjangkau benua lain.

Dukungan juga datang dari pembalap bintang tujuh kali juara dunia, Lewis Hamilton, yang selama ini vokal menyuarakan kembalinya F1 ke Afrika. Ia menyebut Afrika sebagai benua yang indah dan paling penting, sehingga sudah sewajarnya tidak ada alasan untuk absen dari kalender balapan dunia.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook