AS GEMPUR IRAN 6 MALAM BERUNTUN, TARGET INFRASTRUKTUR SIPIL - Berita Dunia
← Kembali

AS GEMPUR IRAN 6 MALAM BERUNTUN, TARGET INFRASTRUKTUR SIPIL

Foto Berita

Washington, DC – Amerika Serikat kembali memperluas operasi militernya terhadap Iran. Serangan udara yang memasuki malam keenam berturut-turut ini tidak hanya menyasar target militer, tetapi juga menghantam infrastruktur sipil seperti stasiun kereta, jembatan, dan kawasan pemukiman warga.

Pejabat Iran melaporkan bahwa serangan terbaru menghantam Jembatan Kahurestan dan area pemukiman di Kota Bandar Abbas, menewaskan dua orang dan melukai delapan lainnya. Ledakan juga dilaporkan terjadi di sejumlah kota strategis seperti Ahvaz, Qeshm, dan Bushehr. Di sisi lain, media Iran, Tasnim, mengonfirmasi kerusakan parah pada fasilitas perkeretaapian di wilayah tersebut.

Presiden AS Donald Trump secara terbuka menyatakan akan 'menyimpan target energi untuk yang terakhir', mengindikasikan bahwa sektor minyak dan kelistrikan Iran menjadi sasaran utama berikutnya. Langkah ini memicu kekhawatiran global akan eskalasi konflik yang lebih luas, terutama karena serangan terjadi di dekat Selat Hormuz—jalur vital pengangkutan minyak dunia.

Ketegangan semakin memuncak setelah Iran mengancam akan memblokir lalu lintas laut di Selat Hormuz. Ancaman ini muncul setelah Oman mengumumkan koridor pelayaran baru, sementara AS kembali memberlakukan blokade laut terhadap kapal-kapal yang menuju pelabuhan Iran.

Analis menilai tujuan serangan ini beragam: mulai dari memutus jalur pasokan militer Iran, menekan ekonomi Teheran, hingga mempersiapkan jalur untuk kemungkinan invasi darat. Namun, yang paling mengkhawatirkan adalah dampak langsung terhadap warga sipil. Serangan terhadap infrastruktur publik seperti air, pangan, dan transportasi berpotensi memicu krisis kemanusiaan skala besar.

Konflik ini bermula dari serangan gabungan Israel dan AS pada 28 Februari lalu. Gencatan senjata yang disepakati pada April lalu kini nyaris runtuh setelah kedua pihak saling tuduh melakukan pelanggaran. Kawasan Teluk kini berada dalam siaga tinggi, dengan sistem pertahanan udara diaktifkan di Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, UEA, dan Yordania.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook