EPSTEIN AKAL-AKALAN KABUR KE MAROKO PAKAI JALUR RAHASIA? - Berita Dunia
← Kembali

EPSTEIN AKAL-AKALAN KABUR KE MAROKO PAKAI JALUR RAHASIA?

Foto Berita

Kasus Jeffrey Epstein, terpidana kasus perdagangan dan pelecehan seksual, kembali memanas. Dokumen federal AS yang baru dibuka mengungkap strategi licik Epstein yang berupaya membeli istana mewah di Marrakesh, Maroko, hanya beberapa hari sebelum penangkapannya pada Juli 2019. Upaya ini terindikasi sebagai cara untuk melarikan diri dari jerat hukum, mengingat Maroko tidak memiliki perjanjian ekstradisi dengan Amerika Serikat.

Istana Bin Ennakhil, sebuah properti megah seluas 4,6 hektare di Marrakesh, dengan 60 air mancur marmer dan ribuan pohon palem, menjadi target Epstein. Dokumen Departemen Kehakiman AS, yang ditinjau oleh Al Jazeera, menunjukkan bahwa Epstein bernegosiasi untuk mengakuisisi istana ini melalui struktur keuangan lepas pantai yang sangat rumit, melibatkan perusahaan-perusahaan cangkang di British Virgin Islands hingga Liechtenstein.

Namun, rencana pelarian ini tidak berjalan mulus. Seiring dengan peningkatan pengawasan dan terungkapnya detail kejahatan Epstein kepada publik, lembaga-lembaga keuangan mulai memperketat kontrol. Dokumen menunjukkan bahwa bank menolak permintaan transfer dana puluhan juta dolar yang terhubung dengan akun Epstein, dan tim kepatuhan internal bank melakukan peninjauan intensif. Ini mengindikasikan bahwa jalur finansial kompleks yang selama ini dikuasai Epstein mulai tertutup.

Permintaan transfer dana untuk pembelian istana di Maroko itu diajukan pada 4 Juli 2019. Hanya dua hari kemudian, Epstein ditangkap di Bandara Teterboro, New Jersey, atas dakwaan perdagangan seks dan konspirasi federal. Sebulan setelah penangkapannya, ia ditemukan tewas dalam tahanan federal AS, sebuah insiden yang hingga kini masih menyisakan banyak tanda tanya.

Ironisnya, Maroko ternyata bukan wilayah asing bagi Epstein. Email yang ditelusuri oleh France Televisions menunjukkan bahwa sejak tahun 2002, seorang perekrut yang bekerja untuk Epstein telah mengirimkan foto-foto wanita muda dari Marrakesh. Hal ini mengisyaratkan bahwa Maroko telah menjadi bagian dari jaringan internasional Epstein untuk merekrut korban jauh sebelum upaya pembelian istana pada 2019. Kasus ini bukan hanya mengungkap upaya melarikan diri, tetapi juga menyoroti betapa luas dan terorganisirnya jaringan kejahatan Epstein yang memanfaatkan celah hukum dan sistem finansial global, sekaligus lambannya respons lembaga keuangan terhadap aktivitas mencurigakan para penjahat kelas kakap.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook