TERUSAN PANAMA KELOLAAN BARU, PENGARUH AMERIKA MENGUAT? - Berita Dunia
← Kembali

TERUSAN PANAMA KELOLAAN BARU, PENGARUH AMERIKA MENGUAT?

Foto Berita

Persaingan kekuatan global kini merembet ke jalur air paling strategis di dunia, Terusan Panama. Mahkamah Agung Panama baru-baru ini bikin gebrakan, membatalkan kontrak perusahaan asal Hong Kong, CK Hutchison, yang sudah bertahun-tahun mengelola dua pelabuhan vital di kanal tersebut. Sebagai gantinya, raksasa logistik Denmark, Maersk, ditunjuk sebagai operator sementara.

Langkah ini bukan tanpa alasan. Pembatalan kontrak tersebut terjadi sehari setelah Mahkamah Agung Panama menyatakan kesepakatan itu tidak konstitusional karena dianggap memiliki 'bias yang tidak proporsional' terhadap perusahaan Hong Kong tersebut. Namun, keputusan ini juga tak lepas dari serangkaian ancaman dan tekanan yang dilontarkan mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Kala itu, Trump berkali-kali menuding bahwa Terusan Panama sudah ‘efektif dikendalikan oleh Tiongkok’ dan AS harus mengambil alih jalur air krusial ini.

Perlu diketahui, Terusan Panama adalah urat nadi perdagangan dunia. Jalur buatan sepanjang 82 kilometer ini menghubungkan Samudra Atlantik dan Pasifik, sekaligus menghemat waktu dan biaya pelayaran global. Angka fantastis menunjukkan betapa vitalnya kanal ini: sekitar 40 persen lalu lintas kapal kontainer AS dan 5 persen perdagangan dunia melewati sini.

Tentu saja, putusan ini memicu reaksi beragam. Amerika Serikat menyambut baik keputusan Panama, seolah mendapat angin segar dalam upaya membendung pengaruh Tiongkok. Sebaliknya, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Guo Jiakun, tegas menyatakan Beijing akan mengambil semua langkah untuk 'melindungi hak dan kepentingan sah perusahaan Tiongkok'. Dari pihak CK Hutchison sendiri, yang di Panama beroperasi sebagai Panama Ports Company (PPC), mereka menganggap putusan tersebut 'tidak punya dasar hukum' dan mengancam kesejahteraan ribuan keluarga Panama yang bergantung pada operasional mereka. PPC sendiri sudah mengelola pelabuhan ini sejak 1997 dan kontraknya baru diperbarui 2021 lalu untuk 25 tahun ke depan.

Secara historis, Terusan Panama dibangun oleh AS antara 1904-1914 dan baru diserahkan sepenuhnya kepada Panama pada 1999. Meski Panama selalu membantah klaim kontrol Tiongkok, realitanya dua negara adidaya, AS dan Tiongkok, memang menjadi pengguna utama jalur ini. Pergeseran operator ini jelas mencerminkan dinamika geopolitik yang terus memanas, di mana jalur dagang strategis seperti Terusan Panama menjadi arena perebutan pengaruh global.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook