NELAYAN UDANG DI AS TERANCAM: DARI CUACA HINGGA BBM - Berita Dunia
← Kembali

NELAYAN UDANG DI AS TERANCAM: DARI CUACA HINGGA BBM

Foto Berita

Para nelayan udang di South Carolina, Amerika Serikat, sedang menghadapi tekanan berat menjelang pemilu midterm. Bukan cuma soal hasil tangkapan, tapi juga soal mahalnya biaya operasional hingga kebijakan pemerintah yang dianggap makin mempersulit hidup mereka.

Salah satu yang merasakan langsung dampaknya adalah Mark Marhefka, nelayan yang sudah 49 tahun melaut. Ia sangat bergantung pada data cuaca dan prakiraan dari National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) untuk memutuskan apakah aman membawa kapal ke laut. Namun sejak Donald Trump kembali menjabat pada Januari 2025, NOAA kehilangan sekitar 20 persen tenaga kerjanya. Anggaran 2027 yang diusulkan pemerintahan Trump bahkan berencana memangkas dana pemantauan laut dan menghentikan program observasi samudra regional. "Mereka sudah mulai mengurangi NOAA, dan mereka berencana melakukan lebih banyak lagi di tahun fiskal berikutnya," ujar Marhefka, dikutip dari Al Jazeera. "Ini jelas sesuatu yang harus kita lawan."

Selain soal cuaca, tekanan ekonomi juga makin terasa. Harga bahan bakar yang melonjak, biaya peralatan yang naik, dan serbuan udang impor membuat para nelayan lokal kian terhimpit. Marhefka mengklaim harga BBM sudah dua kali lipat sejak Trump kembali ke kursi presiden. Karena itu, ia memilih calon dari Partai Demokrat, Annie Andrews, dalam pemilu Senat South Carolina. Andrews sendiri berjanji akan memperjuangkan penurunan harga solar untuk petani dan nelayan.

Meski jumlah nelayan udang hanya sebagian kecil dari total pemilih di South Carolina, keresahan mereka mencerminkan masalah yang lebih luas: biaya hidup dan masa depan pensiun. John Henry Middleton, nelayan berusia 81 tahun yang sudah 50 tahun menangkap udang, mengaku frustrasi dengan kedua partai politik. Menurutnya, para politisi hanya pintar berjanji tapi tak pernah benar-benar bekerja sama untuk rakyat. Di usianya yang tak lagi muda, Middleton masih harus bekerja karena khawatir uang pensiunnya tidak cukup. "Saya ingin melihat mereka duduk bersama dan bekerja untuk kebaikan rakyat," katanya.

Dari sudut pandang sosial-politik, isu ini menunjukkan bagaimana kebijakan lingkungan dan ekonomi di tingkat federal berdampak langsung pada komunitas pesisir. Pemangkasan anggaran NOAA bukan sekadar soal angka, tapi menyangkut keselamatan jiwa nelayan di laut. Sementara lonjakan harga BBM dan banjir produk impor menjadi pukulan ganda yang mengancam keberlanjutan industri udang lokal. Di tengah situasi ini, pemilu midterm menjadi momen krusial bagi warga pesisir untuk menentukan arah kebijakan yang lebih berpihak pada mereka.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook