BAHAGIA PULANG KE GAZA, TAPI MERASA DIHINA DI RAFAH - Berita Dunia
← Kembali

BAHAGIA PULANG KE GAZA, TAPI MERASA DIHINA DI RAFAH

Foto Berita

Huda Abu Abed, seorang nenek Palestina yang tengah sakit, tak bisa menahan haru sekaligus bahagia ketika kakinya kembali menginjak tanah Gaza. Ia adalah bagian dari rombongan pertama warga yang berhasil pulang kampung melalui perbatasan Rafah. Momen kepulangan yang sangat dinantikan ini baginya campur aduk, antara rasa lega bisa kembali dan kenangan pahit akan perjalanan yang ia rasakan sangat menghinakan.

Kisah Huda ini bukan sekadar cerita personal. Perjalanan panjang dan rumit di perbatasan Rafah memang sudah jadi rahasia umum. Perbatasan yang menghubungkan Jalur Gaza dengan Mesir ini adalah satu-satunya "pintu gerbang" non-Israel bagi jutaan penduduk Gaza. Ironisnya, alih-alih menjadi jalur mudah, Rafah justru seringkali jadi penghalang yang penuh tantangan. Kontrol ketat dan prosedur yang berbelit-belit seringkali membuat warga Palestina, terutama mereka yang rentan seperti lansia dan orang sakit, harus menghadapi kondisi tak manusiawi.

Pengalaman Huda ini jadi cerminan realita pahit ribuan warga Palestina lainnya. Mereka seringkali dihadapkan pada dilema: bertahan di tengah konflik atau mencoba mencari harapan di luar, lalu berjuang keras untuk kembali. Kondisi ini diperparah oleh krisis kemanusiaan yang tak berkesudahan di Gaza, di mana kebutuhan dasar seperti obat-obatan dan pasokan makanan seringkali terhambat. Cerita Huda menyoroti bagaimana mobilitas dan hak asasi manusia warga Gaza kerap kali terpinggirkan, bahkan di momen sakral seperti pulang ke tanah air sendiri.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook