HOUTHI SIAP MAIN PERAN? LAUT MERAH DI AMBANG KRISIS! - Berita Dunia
← Kembali

HOUTHI SIAP MAIN PERAN? LAUT MERAH DI AMBANG KRISIS!

Foto Berita

Ketegangan di Timur Tengah makin memanas. Bukan rahasia lagi, Iran menghadapi tekanan besar dari Amerika Serikat dan Israel, dan sedang memainkan semua kartu yang dimilikinya. Salah satu "kartu AS" yang belum dimainkan penuh adalah kelompok Houthi di Yaman, sekutu Iran yang kini jadi sorotan.

Para pengamat bertanya-tanya, sampai kapan Houthi akan menahan diri? Pemimpin Houthi, Abdel-Malik al-Houthi, sebelumnya sudah sesumbar bahwa kelompoknya "siap bertindak" pada waktu yang tepat. Padahal, Houthi punya rekam jejak yang patut diperhitungkan. Selama dua tahun setelah konflik di Gaza, mereka berulang kali menyerang kapal-kapal di Laut Merah, menunjukkan kemampuan mengganggu lalu lintas maritim.

Ancaman Houthi bukan main-main. Seorang pejabat militer Iran, pada 21 Maret, mewanti-wanti bahwa jika AS menyerang fasilitas minyak Iran di Pulau Kharg, Teheran bisa membalas dengan mengacaukan Laut Merah dan Selat Bab al-Mandeb. Selat ini adalah jalur vital yang menghubungkan Laut Merah dengan rute perdagangan global. Jika jalur ini diblokade, pasar energi dunia bisa kembali bergejolak parah.

Namun, dampaknya tak hanya di skala global. Bagi Yaman sendiri, langkah Houthi bisa sangat menghancurkan. Abdulsalam Mohammed, kepala Pusat Studi dan Riset Abaad Yaman, menganalisis bahwa jika Houthi terlibat, mereka kemungkinan akan menargetkan fasilitas energi dan pelabuhan di negara-negara Teluk, serta menghalangi kapal melintas Bab al-Mandeb.

Mohammed juga mengingatkan, keterlibatan Houthi bisa memicu kembali konflik internal di Yaman. Ini adalah kabar buruk, mengingat kedua belah pihak (Houthi dan pasukan pro-pemerintah Yaman) sempat berperang tujuh tahun dan baru menandatangani gencatan senjata yang didukung PBB pada April 2022. Pasukan anti-Houthi bisa saja memanfaatkan momen jika sekutu Iran itu melemah atau terpecah perhatiannya.

Meski pernah ada ketegangan, termasuk serangan udara AS dan Israel di wilayah Houthi tahun lalu, Houthi dan AS sempat mencapai gencatan senjata pada Mei. Kesepakatan itu mencakup janji Houthi untuk menghentikan serangan terhadap kapal-kapal AS di Laut Merah, bahkan menghentikan serangan ke Israel setelah kesepakatan gencatan senjata Gaza Oktober. Namun, sang analis, Mohammed, kini melihat kesepakatan Houthi-AS itu di ambang kehancuran. Jika ini terjadi, konflik darat di Yaman bisa kembali pecah, membawa negara itu ke jurang ketidakpastian baru.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook