Jakarta, CNN Indonesia — Tren 'vibe coding' kini tengah jadi perbincangan hangat di dunia teknologi. Metode ini memungkinkan siapa saja membangun perangkat lunak hanya dengan mengandalkan kecerdasan buatan (AI), tanpa perlu menulis kode pemrograman sama sekali. Bayangkan, Anda cukup memberikan instruksi dalam bahasa sehari-hari, dan AI akan merangkai kode programnya untuk Anda.
Kemudahan ini melahirkan gelombang baru aplikasi gratis. Mulai dari alternatif Premiere Pro untuk editing video hingga pengganti Excel untuk olah data, semuanya bisa dibuat dengan cepat dan tanpa biaya lisensi. Namun, di balik kepraktisannya, muncul kekhawatiran serius soal keamanan data dan 'biaya tersembunyi' yang mengintai.
Analisis Dampak: Bagi masyarakat umum dan UMKM, vibe coding membuka pintu inovasi tanpa hambatan teknis. Namun, risiko kebocoran data pribadi dan ketergantungan pada algoritma AI pihak ketiga menjadi harga mahal yang harus dibayar. Pengguna pun diminta lebih waspada sebelum mengadopsi teknologi ini secara membabi buta.