Fakta mengejutkan datang dari sejarah sepak bola dunia. Pada kualifikasi Piala Dunia 1934 di Italia, sebuah tim dengan nama 'Palestine' turun ke lapangan. Namun, siapa sangka, skuad tersebut sama sekali tidak diperkuat oleh pemain asli Palestina. Tim ini justru diisi oleh para atlet dari gerakan olahraga Yahudi di bawah mandat Inggris.
Dokumenter terbaru mengungkap bagaimana sepak bola saat itu menjadi cerminan politik kawasan. Federasi yang awalnya bernama Palestine FA perlahan berubah menjadi federasi Israel, sementara sepak bola Palestina harus berjuang keras di tengah gejolak revolusi, perang, dan tragedi Nakba 1948. Butuh waktu puluhan tahun bagi Palestina untuk akhirnya diakui secara resmi oleh FIFA pada tahun 1998.
Analisis Dampak: Bagi masyarakat umum, kisah ini menjadi pengingat bahwa olahraga tidak pernah benar-benar lepas dari politik identitas. Informasi tambahan dari arsip sejarah menunjukkan bahwa perebutan legitimasi nama 'Palestine' ini menjadi salah satu babak paling kelam dalam sejarah federasi sepak bola dunia, yang hingga kini masih menyisakan luka mendalam bagi rakyat Palestina yang terus berjuang atas hak-hak mereka.