PERANG DAGANG UE-CHINA MEMANAS, DEFISIT €1 MILIAR PER HARI - Berita Dunia
← Kembali

PERANG DAGANG UE-CHINA MEMANAS, DEFISIT €1 MILIAR PER HARI

Foto Berita

Beijing, – Ketegangan dagang antara Uni Eropa (UE) dan China kembali memanas. Komisioner Perdagangan UE, Maros Sefcovic, tiba di Beijing untuk melakukan pembicaraan kritis terkait defisit perdagangan yang mencapai €1 miliar (sekitar Rp17 triliun) setiap harinya, serta pembatasan ekspor mineral tanah jarang (rare earth) oleh China.

Pertemuan antara Sefcovic dan Menteri Perdagangan China, Wang Wentao, berlangsung selama dua hari (Kamis-Jumat). Agenda utama pembicaraan ini adalah mencari solusi atas ketidakseimbangan perdagangan yang semakin melebar, di mana produk China membanjiri pasar Eropa, terutama mobil hybrid dan listrik.

UE dilaporkan berupaya mendesak China untuk menerima pembatasan sepihak terhadap impor mobil hybrid. Namun, China menolak permintaan UE untuk melakukan pembatasan sukarela atas ekspor kendaraan hybrid mereka. Sikap keras Beijing juga terlihat dari pernyataan Kementerian Perdagangan China yang berjanji akan memberikan "respons tegas" untuk melindungi industrinya jika UE memberlakukan pembatasan.

Ketegangan ini juga dipicu oleh desakan Prancis dan Jerman. Presiden Emmanuel Macron dan Kanselir Friedrich Merz mendesak UE untuk menyiapkan instrumen yang "kredibel" guna melawan negara-negara yang merugikan ekonomi blok tersebut. Langkah ini mirip dengan tarif Section 301 milik AS atau pembatasan mineral kritis China.

Analisis Dampak: Bagi masyarakat Eropa, ketegangan ini berpotensi memicu kenaikan harga barang impor, khususnya kendaraan dan elektronik. Sebaliknya, bagi konsumen global, perang dagang ini dapat mengganggu rantai pasok teknologi (semikonduktor dan baterai) akibat pembatasan mineral tanah jarang. Jika negosiasi gagal, UE berisiko menghadapi inflasi yang lebih tinggi, sementara China dapat kehilangan pasar ekspor utamanya. Para pemimpin UE dijadwalkan membahas instrumen "anti-paksaan" ini dalam KTT minggu depan, dengan target hasil nyata pada Oktober mendatang.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook