TRUMP ANCAM KELUAR NATO! KESABARAN AMERIKA HABIS? - Berita Dunia
← Kembali

TRUMP ANCAM KELUAR NATO! KESABARAN AMERIKA HABIS?

Foto Berita

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan serius mempertimbangkan untuk menarik diri dari NATO, aliansi pertahanan transatlantik yang telah eksis puluhan tahun. Ancaman ini bukan gertakan semata, melainkan respons atas keengganan sekutu-sekutu AS memberikan dukungan penuh dalam konflik yang kini memasuki bulan kedua antara AS-Israel melawan Iran. Keretakan serius di tubuh aliansi strategis ini semakin nyata.

Washington mendesak anggota NATO untuk terlibat lebih jauh, mulai dari pengerahan angkatan laut ke Selat Hormuz hingga penggunaan pangkalan militer di Eropa. Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital bagi sekitar seperlima ekspor minyak dan gas dunia. Iran disebut mampu menghambat lalu lintas di sana dengan serangan yang relatif terbatas pada kapal-kapal.

Namun, mayoritas sekutu, termasuk Italia, Inggris, Prancis, Yunani, dan Jerman, menolak tegas permintaan AS untuk bergabung dalam koalisi angkatan laut guna mengamankan selat tersebut. Menteri Pertahanan Jerman, Boris Pistorius, menegaskan posisi negaranya: “Ini bukan perang kami. Kami tidak memulainya.” Ia bahkan mempertanyakan apakah Trump mengharapkan beberapa fregat Eropa bisa melakukan apa yang tak mampu dilakukan Angkatan Laut AS yang perkasa.

Kemarahan Trump tidak terbendung. Ia menyebut sekutunya sebagai “macan kertas” dan menyatakan sedang mempertimbangkan serius penarikan diri dari NATO. Senada dengan Trump, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, sehari sebelumnya, juga menyuarakan kekecewaannya kepada Al Jazeera, mempertanyakan nilai aliansi jika hanya Eropa yang dibela tanpa timbal balik, dan menyebutnya sebagai “pengaturan yang tidak begitu baik” yang “perlu dikaji ulang.”

Meskipun ada tawaran terbatas dari beberapa negara, seperti Inggris yang berdiskusi tentang kemungkinan penggunaan drone pemburu ranjau di wilayah tersebut, Trump menginginkan lebih. Dalam postingannya di Truth Social, ia bahkan menyarankan negara-negara yang terpengaruh gangguan di Selat Hormuz untuk “membangun keberanian” dan “mengambilnya” sendiri, atau membeli pasokan dari AS.

Pakar mengkhawatirkan bahwa komentar pedas dari Trump dan jajaran kabinetnya ini menunjukkan kemarahan yang memuncak dan dapat mengakar di kalangan pendukung gerakan Make America Great Again (MAGA) miliknya. Situasi ini jelas menciptakan turbulensi geopolitik yang masif. Jika AS benar-benar menarik diri atau merenggang dari NATO, arsitektur keamanan Eropa dan global yang dibangun pasca-Perang Dunia II akan terguncang hebat. Eropa kemungkinan besar harus lebih mandiri dalam pertahanan, sementara AS kehilangan salah satu pengaruh strategis terbesarnya di Benua Biru.

Keraguan sekutu NATO juga wajar, mengingat mandat utama aliansi adalah pertahanan kolektif terhadap serangan pada anggotanya, bukan keterlibatan dalam konflik yang dipandang sebagai inisiatif unilateral AS-Israel di Timur Tengah. Ketegangan ini berpotensi meningkatkan harga energi global dan menciptakan ketidakpastian di jalur pelayaran vital, menimbulkan dampak domino yang luas bagi ekonomi dan stabilitas internasional.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook