QATAR DIHUJANI RUDAL IRAN! KORBAN JATUH, KAWASAN MEMANAS - Berita Dunia
← Kembali

QATAR DIHUJANI RUDAL IRAN! KORBAN JATUH, KAWASAN MEMANAS

Foto Berita

Serangan rudal Iran kembali mengguncang Qatar! Delapan warga dilaporkan terluka, satu di antaranya kritis, setelah puing-puing rudal berjatuhan di berbagai lokasi di seluruh negeri. Insiden ini sontak memicu alarm darurat dan meningkatkan ketegangan di kawasan Teluk yang sudah memanas.

Kementerian Dalam Negeri Qatar mengonfirmasi bahwa setidaknya 66 rudal ditembakkan ke arah negara itu, dengan 114 laporan puing-puing rudal yang ditemukan. Beruntung, sistem pertahanan udara Qatar berhasil mengintersepsi gelombang kedua serangan, mencegah rudal-rudal itu mencapai sasaran. Otoritas segera mengeluarkan peringatan, mengimbau warga untuk menjauhi lokasi militer, tetap berada di dalam ruangan, dan tidak mendekati atau menangani puing tak dikenal. Masyarakat diminta segera melaporkan temuan tersebut kepada pihak berwenang.

Kementerian Luar Negeri Qatar mengecam keras serangan rudal balistik ini, menyebutnya sebagai tindakan "sembrono dan tidak bertanggung jawab" serta "pelanggaran mencolok" terhadap kedaulatan negara. Qatar juga menegaskan haknya untuk merespons sesuai hukum internasional dan mendesak semua pihak untuk menghentikan eskalasi serta kembali ke meja perundingan, demi menjaga stabilitas regional.

Serangan ini terjadi tak lama setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke Iran, memicu siklus balasan yang mengkhawatirkan di seluruh Timur Tengah. Laporan dari berbagai media internasional, termasuk Reuters, menyebutkan bahwa Kuwait, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Yordania juga berhasil mencegat rudal Iran di wilayah udara mereka. Ini bukan kali pertama Qatar menjadi sasaran; insiden serupa pernah terjadi sebelumnya, menargetkan pangkalan udara Al Udeid yang menjadi basis pasukan AS.

Situasi ini sontak meningkatkan kecemasan di seluruh Teluk, mengganggu rutinitas Ramadan dengan peringatan serangan udara dan kekhawatiran akan fragmen rudal yang tidak meledak. Para pemimpin kawasan mendesak semua pihak untuk menahan diri, di tengah kekhawatiran akan meluasnya konflik dan tekanan besar pada negara-negara Teluk yang menjadi tuan rumah pasukan AS serta infrastruktur energi vital. Ini menunjukkan betapa rapuhnya stabilitas di Timur Tengah saat ini.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook