GEN Z JERMAN TURUN KE JALAN, TOLAK DANA MILITER - Berita Dunia
← Kembali

GEN Z JERMAN TURUN KE JALAN, TOLAK DANA MILITER

Foto Berita

Gelombang demonstrasi mahasiswa yang melanda Eropa kini merambah Jerman. Ribuan orang berkumpul di Berlin dan lebih dari 30 kota lainnya pada Sabtu (waktu setempat) untuk memprotes kebijakan pemerintah yang dianggap tidak berpihak pada generasi muda.

Aksi yang digagas aliansi longgar bernama Gen Z Regelt ini menarik perhatian publik. Hingga Sabtu pagi, hampir 180.000 orang mendaftar untuk berpartisipasi di 34 kota, dengan pusat keramaian di Frankfurt, Cologne, Munich, dan Berlin. Di ibu kota Jerman saja, sekitar 12.000 orang memadati area Platz des 18 Maerz, sisi barat Gerbang Brandenburg.

Uniknya, massa yang hadir sangat beragam. Ada aktivis antifasis, mahasiswa berkostum Halloween, hingga para nenek yang mengenakan lencana "Omas gegen Rechts" (Nenek-nenek Melawan Kanan). Mereka datang dengan agenda yang sama: menyuarakan aspirasi generasi muda.

Para pengunjuk rasa merinci enam isu utama yang membuat mereka turun ke jalan. Mulai dari kenaikan biaya hidup, pemangkasan anggaran pendidikan, hingga rencana wajib militer. Mahasiswa mengaku geram karena pemerintah terus memangkas dana pendidikan dan layanan sosial, namun di saat yang sama menggelontorkan miliaran euro untuk belanja militer.

Salah satu peserta, Veronika Dinter (23), mahasiswa ilmu politik asal Hannover, mengaku harus bekerja paruh waktu untuk membiayai kuliahnya. Ia menyoroti kondisi kampus yang memprihatinkan, seperti institusi yang tutup dan fasilitas pendidikan yang rusak. "Ini adalah kegagalan politik pemerintah kami," tegasnya, seperti dikutip Al Jazeera.

Senada dengan Veronika, Emma Heymann (24) menyatakan kemarahannya terhadap pemerintah yang dianggap mengabaikan kebutuhan generasinya. Meski demikian, aksi ini sempat diwarnai insiden kecil. Di kota Cologne, terjadi gesekan antara pengunjuk rasa dan polisi saat aparat berusaha membendung jalannya pawai. Namun secara umum, demonstrasi di Berlin berlangsung damai dan tertib.

Analisis Dampak: Fenomena ini menunjukkan pergeseran prioritas politik di Eropa. Generasi Z tidak lagi diam menghadapi ketidakpastian ekonomi. Jika pemerintah Jerman terus mengabaikan krisis biaya hidup dan pendidikan, potensi fragmentasi sosial dan hilangnya kepercayaan publik terhadap institusi demokrasi akan semakin besar. Aksi ini juga menjadi sinyal bahwa isu "dompet" lebih sensitif bagi anak muda dibandingkan isu geopolitik atau pertahanan negara.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook