Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un bikin geger panggung global setelah secara resmi menutup pintu dialog dengan Korea Selatan, bahkan mengancam bakal menghancurkan tetangga selatannya itu. Bersamaan, ia juga memberi sinyal ke Amerika Serikat untuk buang jauh-jauh kebijakan bermusuhan jika ingin berdialog.
Dalam penutupan pertemuan penting Partai Buruh Korea (WPK) di Pyongyang, Kim Jong Un menegaskan bahwa negaranya kini berstatus permanen sebagai negara bertenaga nuklir. Menurut laporan kantor berita Korut, KCNA, Kim bahkan memerintahkan pengembangan sistem senjata baru, termasuk rudal balistik antarbenua (ICBM) yang bisa diluncurkan dari bawah air serta arsenal nuklir taktis jarak pendek yang siap menarget Korea Selatan.
Ia menyebut status nuklir ini sebagai "jaminan dan perangkat keamanan" yang penting untuk menangkis ancaman musuh dan menjaga stabilitas regional. Di tengah pernyataan keras ini, perhatian juga tertuju pada parade militer yang megah di Lapangan Kim Il Sung, Pyongyang. Yang menarik, putri Kim, Kim Ju Ae, turut hadir mendampingi sang ayah, memicu spekulasi hangat mengenai kemungkinan dirinya disiapkan sebagai penerus.
Sikap tegas Kim ini jelas makin memperuncing ketegangan di Semenanjung Korea. Penegasan status nuklir permanen ini seolah menutup rapat peluang denuklirisasi dan bisa memicu perlombaan senjata di kawasan. Dunia pun dibuat was-was, menunggu reaksi dari Korea Selatan dan Amerika Serikat atas provokasi terbaru dari Pyongyang ini. Ini bukan sekadar gertakan biasa, melainkan pengukuhan posisi Korut sebagai kekuatan nuklir yang tak bisa dianggap enteng.