Yoweri Museveni kembali mengukuhkan dominasinya di Uganda. Presiden yang sudah berkuasa selama 40 tahun ini dinyatakan memenangkan pemilihan presiden untuk kali ketujuh, dengan meraup hampir 72% suara. Namun, hasil tersebut langsung dibantah keras oleh kandidat oposisi, Bobi Wine, yang menyebutnya sebagai 'palsu' dan menyerukan masyarakat untuk menggelar protes damai di jalanan.
Kemenangan Museveni ini memperpanjang rekor kepemimpinannya yang dimulai sejak tahun 1986. Pengumuman hasil resmi menunjukkan keunggulan telak Museveni, namun narasi di kubu oposisi justru sebaliknya. Bobi Wine, seorang musisi yang beralih menjadi politisi, langsung menolak hasil ini dan menuduh adanya kecurangan masif dalam proses pemungutan suara.
Seruan untuk protes damai ini berpotensi memicu ketegangan di negara Afrika Timur tersebut. Dunia internasional kini tengah memantau perkembangan situasi di Uganda setelah pengumuman hasil pemilu yang kontroversial ini.