Ketua Mayoritas Senat AS, Chuck Schumer, melayangkan protes keras ke Federal Communications Commission (FCC). Ia mendesak regulator telekomunikasi itu untuk menolak permohonan dari kelompok konservatif Club for Growth yang ingin melegalkan panggilan robot (robocalls) berbasis kecerdasan buatan (AI) jelang pemilu November mendatang.
Schumer menyoroti potensi penyalahgunaan teknologi ini. Menurutnya, jika diizinkan, kampanye politik bisa dengan mudah memalsukan suara lawan untuk menyebarkan pesan bohong atau fitnah. "Ini bisa membawa kekacauan menjelang hari pemilihan," tegasnya, senada dengan kekhawatiran Komisioner FCC, Anna Gomez.
Kekhawatiran ini bukan tanpa alasan. Sebelumnya, pada pemilu primer di New Hampshire, warga sempat diteror panggilan AI yang meniru suara Presiden Joe Biden dan meminta mereka tidak memilih. Insiden ini memicu langkah hukum di beberapa negara bagian seperti Louisiana dan Tennessee yang mewajibkan transparansi pada panggilan politik berteknologi AI. Sementara itu, FCC menegaskan belum ada rencana untuk mengabulkan permohonan tersebut dalam waktu dekat.