KLINTON BERSAKSI: APA YANG IA SEMBUNYIKAN SOAL EPSTEIN? - Berita Dunia
← Kembali

KLINTON BERSAKSI: APA YANG IA SEMBUNYIKAN SOAL EPSTEIN?

Foto Berita

Mantan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton akhirnya angkat bicara di hadapan Komite Pengawas DPR terkait hubungannya dengan mendiang terpidana kasus kejahatan seks Jeffrey Epstein. Dalam kesaksian tertutupnya yang berlangsung sehari setelah sang istri, Hillary Clinton, diperiksa panel yang sama, Clinton membantah mengetahui detail kejahatan Epstein.

Ia menegaskan tidak melihat "sesuatu yang mencurigakan" saat berinteraksi dengannya, termasuk saat menumpang jet pribadi Epstein beberapa kali di awal 2000-an. "Kami ada di sini hanya karena dia menyembunyikan semuanya dengan sangat baik dan sangat lama," ujar Clinton dalam pernyataan tertulisnya, Jumat (waktu setempat). Ia menambahkan, jika tahu soal dugaan perdagangan seks anak di bawah umur yang dilakukan Epstein, dirinya pasti sudah melaporkannya ke polisi.

Kesaksian ini dilakukan setelah DPR mengancam akan menuntut keduanya karena menolak bekerja sama, yang bisa berujung tuntutan pidana. Komite yang diketuai oleh anggota DPR dari Partai Republik, James Comer, berencana menggali lebih lanjut foto-foto Clinton yang dirilis Departemen Kehakiman serta keterlibatan Epstein dengan yayasan amal keluarga Clinton.

Namun, drama di balik kesaksian ini tak lepas dari aroma politik. Pasangan Clinton menuduh Partai Republik melakukan manuver partisan yang bertujuan melindungi mantan Presiden Donald Trump dari sorotan. Mereka menyoroti perlakuan berbeda, di mana beberapa pihak dalam penyelidikan lain hanya perlu menyerahkan pernyataan tertulis.

Tuduhan ini bukan tanpa dasar. Nama Donald Trump juga muncul dalam dokumen terkait Epstein, dan Demokrat mendesak Komite untuk memanggil Trump, serta Menteri Perdagangan Howard Lutnick yang mengakui pernah mengunjungi pulau pribadi Epstein. Trump sendiri diketahui sering bersosialisasi dengan Epstein pada era 90-an dan 2000-an, meski ia mengklaim telah memutuskan hubungan sebelum Epstein divonis pada 2008.

Menanggapi deposisi Bill Clinton, Trump justru menyuarakan simpatinya. "Saya suka Bill Clinton, dan saya tidak suka melihat dia diproses," kata Trump kepada wartawan, menunjukkan kompleksitas hubungan antar-elit di tengah kasus Epstein yang masih menyisakan banyak pertanyaan bagi publik.

Kasus Epstein sendiri terus menjadi sorotan, mengingat banyaknya figur publik dan orang berpengaruh yang terkait dengannya. Pemeriksaan ini, meski menuai pro dan kontra politis, menjadi penting untuk mengungkap sejauh mana pihak berwenang dapat menembus lingkaran gelap kekuasaan demi keadilan bagi para korban. Publik menanti transparansi penuh agar tak ada lagi kasus kejahatan yang tersembunyi di balik nama besar.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook