Sebuah ledakan dahsyat mengguncang fasilitas polisi militer Rusia di Sertolovo, dekat St. Petersburg, Selasa kemarin. Insiden tersebut menyebabkan beberapa lantai bangunan ambruk, menewaskan sedikitnya tiga orang dan melukai beberapa lainnya.
Puing-puing berserakan di sekitar lokasi kejadian, dan foto-foto yang beredar, meski belum terverifikasi, menunjukkan kerusakan parah pada dua lantai teratas bangunan. Gubernur Leningrad, Alexander Drozdenko, menegaskan bahwa penyebab insiden ini masih dalam penyelidikan intensif. Tim penyelamat dan pasukan keamanan segera dikerahkan untuk mengevakuasi korban dan membersihkan puing-puing, di tengah kekhawatiran bangunan bisa runtuh lebih lanjut.
Komite Investigasi Rusia telah membuka penyelidikan terkait potensi pelanggaran keselamatan kebakaran. Namun, perlu dicatat bahwa kebocoran gas sering menjadi pemicu ledakan di bangunan-bangunan era Soviet di Rusia. Hingga kini, pihak berwenang belum memberikan indikasi pasti mengenai penyebab ledakan.
Tragedi ini terjadi bersamaan dengan dimulainya perundingan damai antara Rusia dan Ukraina di Jenewa, yang dimediasi Amerika Serikat. Insiden seperti ini bukan kali pertama bagi Rusia; negara itu telah berkali-kali menghadapi serangan sabotase di pangkalan militer dan infrastruktur sipilnya sejak invasi skala penuh ke Ukraina hampir empat tahun lalu. Oleh karena itu, ledakan di Sertolovo ini menambah panjang daftar pertanyaan tentang keamanan internal Rusia di tengah konflik yang belum usai.