ALBANIA MEMANAS: PM EDI RAMA TOLAK MUNDUR, TIRANA DALAM KEADAAN SIAGA - Berita Dunia
← Kembali

ALBANIA MEMANAS: PM EDI RAMA TOLAK MUNDUR, TIRANA DALAM KEADAAN SIAGA

Foto Berita

Gelombang demonstrasi besar-besaran kembali mengguncang Tirana, Albania, memasuki hari keenam berturut-turut. Ratusan pengunjuk rasa kembali memadati depan Kementerian Pendidikan pada Minggu (waktu setempat), meneriakkan tuntutan agar Perdana Menteri Edi Rama mundur dari jabatannya.

Ketegangan memuncak ketika aparat keamanan terpaksa melepaskan tembakan karet, meriam air, dan gas air mata untuk membubarkan massa. Situasi ini memaksa sejumlah toko dan institusi di pusat kota menutup rapat pintu mereka dengan rolling door besi, sementara petugas kota membongkar paving jalan untuk mencegah aksi pelemparan batu oleh demonstran.

PM Edi Rama, yang telah menjabat sejak 2013 dan baru saja memulai periode keempatnya, bersikukuh tidak akan menyerah pada tekanan. Dalam siaran langsung di media sosial, ia menegaskan bahwa pemerintahannya tidak sedang diganggu, namun ia menyinggung bahwa gejolak ini bisa berdampak pada ambisi Albania bergabung dengan Uni Eropa pada 2030 mendatang.

"Albania perlu berpikir sangat jernih. Apakah mereka menginginkan ini, atau mereka menginginkan UE?" ujar Rama, seperti dikutip dari Al Jazeera.

Pengunjuk rasa, yang sebagian besar terdiri dari kaum muda, menuntut perbaikan kualitas pendidikan, lapangan kerja yang lebih luas, dan pemberantasan korupsi yang dinilai masih merajalela. Mereka juga menolak keras proyek resor mewah yang dikaitkan dengan Jared Kushner, menantu Presiden AS Donald Trump, yang memicu kemarahan publik beberapa bulan terakhir.

Dampak dari bentrokan ini sangat signifikan. Kementerian Kesehatan Albania melaporkan sebanyak 65 orang terluka dalam aksi Minggu ini, dengan 37 di antaranya adalah aparat kepolisian dan 12 orang harus dirawat di rumah sakit. Secara total sejak Selasa lalu, tercatat 272 korban luka-luka, termasuk 169 polisi.

PM Rama menuduh adanya "tangan asing" yang memperkeruh situasi, namun ia menyatakan siap mendengarkan tuntutan mahasiswa terkait biaya pendidikan. Meski begitu, ia menegaskan bahwa pelaku perusakan properti harus bertanggung jawab secara hukum. Hingga saat ini, belum ada kejelasan kapan ketegangan ini akan mereda, meninggalkan tanda tanya besar bagi stabilitas politik Albania.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook