Presiden AS Donald Trump secara terbuka membela calon gubernur dari Partai Republik, Vivek Ramaswamy, terkait iklan serangan yang menuai kontroversi di Ohio. Trump mendesak Ramaswamy untuk terus menayangkan iklan yang menampilkan ibu kandung dari rivalnya, Amy Acton, seorang kandidat dari Partai Demokrat.
Dalam iklan tersebut, Donna Arthur, ibu Acton, membantah pengakuan masa kecil putrinya yang pernah mengalami tunawisma dan pelecehan seksual oleh ayah tirinya. Ia meminta warga Ohio untuk tidak memilih Acton. Acton sendiri mengaku tidak pernah bertemu ibunya sejak tahun 1978, dan saudara laki-lakinya mendukung kesaksiannya bahwa mereka memang menjadi korban pelecehan seksual oleh ayah tiri yang telah meninggal pada 2004 dan pernah didakwa atas tuduhan pemerkosaan.
Trump menilai, jika seorang ibu berbicara seperti itu tentang putrinya, maka si putri seharusnya tidak layak menjabat. Ia juga menyerang Gubernur Ohio dari Partai Republik, Mike DeWine, yang meminta iklan itu ditarik, dengan menyebut DeWine tidak loyal kepada partai. DeWine, yang memiliki pengalaman sebagai jaksa penuntut umum, menegaskan bahwa menayangkan iklan tersebut adalah tindakan yang salah dan mendesak kampanye Ramaswamy untuk menghentikannya.
Kubu Acton mengecam iklan itu sebagai serangan yang keji dan dapat diprediksi. Sementara itu, Wakil Presiden JD Vance, yang turut berkampanye untuk Ramaswamy, mengabaikan kritik dan justru menyayangkan sikap rekan-rekan Republik yang mengeluh soal iklan tersebut. Kampanye Ramaswamy diketahui menggelontorkan dana sebesar 4 juta dolar AS untuk mempromosikan iklan ini. Survei opini menunjukkan Acton unggul tipis atas Ramaswamy dalam persaingan ketat menggantikan DeWine yang masa jabatannya telah habis.
Analisis Dampak: Langkah Trump ini memperlihatkan perpecahan internal di Partai Republik, terutama antara pendukung garis keras Trump dan figur konservatif tradisional seperti DeWine. Bagi masyarakat Ohio, iklan ini memicu perdebatan etis tentang batas kampanye negatif yang menyeret urusan keluarga pribadi. Isu pelecehan seksual yang diangkat juga berpotensi memengaruhi suara perempuan dan pemilih moderat, mengingat sensitivitas topik tersebut. Dengan selisih elektabilitas yang tipis, kontroversi ini bisa menjadi pedang bermata dua: menggerakkan basis pendukung Ramaswamy, tetapi juga memobilisasi pemilih yang simpati pada Acton.