RUMAH DIGELEDAH FBI, ILHAN OMAR SIAP PINDAH - Berita Dunia
← Kembali

RUMAH DIGELEDAH FBI, ILHAN OMAR SIAP PINDAH

Foto Berita

Anggota Kongres Minnesota, Ilhan Omar, menyatakan tidak lagi bisa tinggal di rumahnya di Washington DC setelah penggeledahan oleh agen federal pada pekan lalu. Ia khawatir alamat rumahnya telah terbongkar dan ancaman kematian yang selama ini ia terima membuatnya tak lagi merasa aman untuk tinggal di sana bersama anak-anaknya.

Dalam wawancara publik pertamanya sejak penggeledahan dini hari tersebut, Omar mengungkapkan bahwa agen Homeland Security Investigations menyita lebih dari selusin barang, termasuk ponsel dan buku catatan. Pemerintah belum merinci tuduhan pidana apa yang menjeratnya, hanya menyebut penggeledahan itu bagian dari investigasi kriminal federal yang sedang berjalan.

Penggeledahan ini muncul setelah sejumlah pejabat mempertanyakan status kewarganegaraan Omar, yang ia peroleh pada tahun 2000 setelah tiba dari Kenya. Lebih dari selusin surat panggilan juga telah dikirim ke anggota keluarganya, dan dilaporkan bahwa komputer pribadi serta paspornya turut disita.

Omar mengenang penggeledahan yang berlangsung berjam-jam itu. Agen mulai menggedor pintu rumahnya sekitar pukul 06.00 pagi waktu setempat pada 12 Oktober, mengejutkan dirinya dan suaminya yang masih di tempat tidur. Ia menyebut insiden itu sangat aneh, dengan sekitar 15 hingga 25 agen mengepung rumahnya. Meski begitu, ia menilai para agen bertindak dengan cara yang layak. Agen memperlihatkan surat perintah setelah ia memintanya, lalu menghabiskan sekitar lima jam memeriksa setiap ruangan dan membawa 17 barang, termasuk beberapa ponsel, buku catatan, dan kamera suaminya dari tahun 1960-an.

Omar kembali mengkritik investigasi pemerintah, menilai tujuannya untuk mengintimidasi. Ia menyebut penggeledahan itu sebagai penyalahgunaan kekuasaan yang keterlaluan dan bentuk penggunaan aparat penegak hukum federal untuk menargetkan lawan politik. Mantan Presiden Barack Obama pun ikut mengecam penyelidikan tersebut sebagai hal yang sangat memprihatinkan.

Omar yang telah mewakili Minnesota sejak 2018 memang lama menjadi sasaran kritik Presiden Donald Trump, yang berulang kali menyarankannya kembali ke Somalia. Trump membantah terlibat dalam investigasi ini dan menyebutnya tidak ada hubungannya dengan dirinya. Namun dalam sebuah kampanye di Ohio, ia sempat menyinggung penggeledahan rumah Omar dan menyebutnya sebagai bencana. Omar menolak bantahan itu dan menegaskan bahwa Trump punya andil besar, merujuk pada pernyataannya sejak 2019.

Dampak bagi masyarakat: Kasus ini menyoroti perdebatan panas soal batas kekuasaan aparat federal dan potensi kriminalisasi terhadap lawan politik. Bagi publik Indonesia, peristiwa ini menjadi cermin bagaimana tensi politik di AS bisa berimbas pada hak privasi dan keamanan pejabat terpilih, sekaligus mengingatkan pentingnya transparansi dalam proses hukum agar tidak menimbulkan kecurigaan politik.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook