Jakarta - Staf akademik Cornell University resmi melayangkan mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan kampus. Langkah ini diambil buntut dari dugaan pemerkosaan berkelompok yang menimpa seorang mahasiswi di rumah fraternitas Chi Phi pada Oktober 2024 silam.
Mosi tersebut lolos dengan perolehan 75 suara berbanding 50. Meski sifatnya hanya simbolis karena senat fakultas tidak punya kuasa memecat rektor, hasil ini menjadi tamparan keras bagi Presiden Universitas, Michael Kotlikoff. Pasalnya, korban yang dikenal sebagai Jane Doe menuding Kotlikoff sempat mempertanyakan alasan dirinya baru melapor beberapa minggu setelah kejadian.
Pihak universitas membantah tudingan tersebut dan menyebut kronologi yang disampaikan korban tidak akurat. Menanggapi mosi ini, pengacara korban, Thomas Giuffra, menyambut baik langkah senat fakultas. Ia berharap keputusan ini menjadi titik balik bagi kampus untuk serius menangani kasus kekerasan seksual yang dianggap sudah menjadi 'wabah' lama.
Meski begitu, Dewan Pengawas Universitas yang memiliki wewenang penuh untuk memecat Kotlikoff tetap menyatakan dukungannya. Ketua Dewan, Anne Meinig Smalling, menegaskan bahwa pihaknya percaya pada kemampuan kepemimpinan saat ini untuk membenahi masalah tersebut, seraya mengakui bahwa mosi tidak percaya ini mencerminkan kemarahan mendalam yang nyata di lingkungan kampus.