Ketegangan melanda industri penerbangan Eropa setelah tujuh pesawat penumpang menerima ancaman bom serentak pada Kamis (24/10). Insiden ini melibatkan dua penerbangan Ryanair yang berangkat dari Inggris, serta pesawat di Polandia, Spanyol, dan Bulgaria. Otoritas Italia melaporkan dua pesawat Ryanair dari Dublin dan Lisbon mendarat darurat di Roma untuk diperiksa ketat, sementara satu pesawat dari Manchester dievakuasi di Spanyol. Meski tidak ditemukan bahan peledak, pemerintah Inggris menyebut ini sebagai 'ancaman hoaks jahat' dan mencurigai adanya skenario terkoordinasi untuk mengacaukan ruang udara.
Dampak bagi masyarakat sangat terasa, terutama bagi para penumpang yang mengalami trauma dan penundaan perjalanan signifikan. Seorang penumpang di Spanyol mengaku tidak mendapat informasi apapun selama penerbangan hingga pesawat tiba-tiba dikepung tim penjinak bom. Para ahli keamanan menilai pola ancaman ini tidak biasa karena dilakukan secara serentak dan terkesan kredibel, memaksa maskapai dan bandara mengeluarkan biaya besar serta sumber daya ekstra untuk prosedur evakuasi dan pemeriksaan ulang. Meski tidak ada korban jiwa, insiden ini menyoroti kerentanan sistem transportasi udara terhadap aksi terorisme psikologis yang dapat memicu kepanikan massal.