Nigeria dikagetkan dengan munculnya satu kasus virus Ebola yang menimpa seorang pasien wanita di Abuja. Menteri Kesehatan Nigeria, Muhammad Ali Pate, memastikan diagnosis tersebut setelah melalui uji laboratorium. Wanita ini bukan warga negara Nigeria, melainkan istri seorang diplomat, dan diketahui baru tiba dari Uganda.
Pasien saat ini menjalani isolasi ketat di rumah sakit setempat. Menurut laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), gejala mulai muncul pada 7 Oktober, empat hari setelah ia tiba di Nigeria. Otoritas kesehatan pun langsung bergerak cepat melakukan pelacakan kontak untuk mencegah penyebaran lebih luas. Sebanyak 44 orang yang sempat berinteraksi dekat dengan pasien telah diidentifikasi dan sedang dipantau.
Nigeria sendiri bukanlah pemain baru dalam menghadapi Ebola. Negara ini pernah sukses menangani wabah pada 2014 silam. Sementara itu, Kementerian Kesehatan Uganda menegaskan saat ini tidak ada kasus aktif Ebola di wilayah mereka. Mereka mengimbau masyarakat tetap tenang, waspada, dan rajin mencuci tangan. Meski begitu, misteri masih menyelimuti riwayat perjalanan pasien. Uganda menyebut pasien hanya transit tanpa gejala, namun lokasi pasti sumber infeksi masih dalam penyelidikan.
Sebagai informasi, Ebola adalah penyakit langka namun mematikan yang menyebar melalui cairan tubuh. Wabah di Republik Demokratik Kongo sendiri telah menelan lebih dari 4.600 korban jiwa, dengan vaksin dan pengobatan yang masih dalam tahap uji coba. Kasus di Nigeria ini menjadi alarm bagi negara-negara Afrika Barat untuk memperketat pengawasan di pintu masuk.