Kota Curitiba, Brasil, diguncang insiden menegangkan pada Jumat lalu. Seorang pria bersenjata pisau dan pemantik api membobol sebuah taman kanak-kanak (TK) dan menyandera 13 anak kecil. Aksi ini memicu operasi penyelamatan darurat yang berlangsung hingga tiga jam.
Pihak kepolisian militer setempat melaporkan bahwa pelaku melompati pagar sekolah, masuk ke dalam kelas, lalu menumpahkan cairan mudah terbakar di ruangan tersebut. Ia mengancam akan membakar gedung dengan anak-anak di dalamnya. Situasi semakin memanas ketika pelaku yang diduga mengidap skizofrenia ini mulai melakukan kekerasan fisik terhadap para korban yang semakin panik.
Meski tim negosiator sudah dikerahkan, polisi menilai tidak ada pilihan lain selain melakukan intervensi taktis. Petugas akhirnya menembak mati pelaku untuk mencegah jatuhnya korban jiwa yang lebih besar. Dalam operasi tersebut, satu anak dilaporkan mengalami luka-luka, namun seluruh 13 sandera berhasil dievakuasi dalam keadaan hidup.
Insiden ini menyoroti kembali kekhawatiran publik di Brasil terkait keamanan sekolah, menyusul serangkaian serangan serupa dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah kota setempat menyatakan akan memberikan pendampingan psikologis bagi para siswa dan staf sekolah yang trauma akibat kejadian tersebut.