Jakarta, Media Online – Moskow, Rusia, mengalami serangan drone terbesar sejak perang skala penuh dimulai. Hampir 200 pesawat nirawak menghujani target-target di sekitar ibu kota Rusia, menyebabkan kepulan asap tebal membumbung tinggi ke langit.
Gubernur wilayah Moskow, Andrei Vorobyov, melaporkan 17 orang terluka dalam serangan tersebut. Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim berhasil mencegat dan menghancurkan hampir 1.000 drone serta empat rudal jelajah Ukraina di seluruh negeri dalam kurun waktu 24 jam. Sebuah depot minyak di wilayah selatan Rostov juga ikut diserang, menewaskan satu orang.
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, menyatakan bahwa Kyiv kembali menjatuhkan 'sanksi jarak jauh' di wilayah Moskow. Istilah ini menjadi eufemisme untuk serangan jarak jauh Ukraina ke wilayah Rusia. Serangan ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan ofensif Ukraina, yang sebelumnya lebih fokus pada pertahanan dan serangan balik di wilayah timur.
Dampak dan Analisis: Serangan ini memiliki dampak psikologis yang besar bagi warga Rusia, terutama di ibu kota yang selama ini relatif aman dari dampak langsung perang. Ini membuktikan bahwa pertahanan udara Rusia, meskipun masif, masih bisa ditembus. Bagi Ukraina, serangan ini adalah cara untuk menekan Rusia dan menunjukkan bahwa perang tidak hanya terjadi di medan pertempuran timur, tetapi juga bisa mencapai jantung negeri lawan. Langkah ini juga bisa menjadi alat tawar-menawar diplomatik yang kuat di masa depan.