IRLANDIA LARANG DUA MENTERI ISRAEL MASUK, ANGGAP INGIN 'LENYAPKAN PALESTINA' - Berita Dunia
← Kembali

IRLANDIA LARANG DUA MENTERI ISRAEL MASUK, ANGGAP INGIN 'LENYAPKAN PALESTINA'

Foto Berita

Dublin, Al Jazeera – Irlandia secara resmi melarang dua menteri sayap kanan Israel, Itamar Ben-Gvir dan Bezalel Smotrich, masuk ke wilayahnya. Perdana Menteri Irlandia, Micheal Martin, menegaskan langkah ini diambil karena kedua tokoh tersebut dinilai memiliki 'keinginan untuk melihat eliminasi warga Palestina dari Palestina'.

Keputusan ini diumumkan pada Jumat (4/4/2025) dan langsung berlaku. Menteri Kehakiman Irlandia, Jim O'Callaghan, telah memerintahkan petugas imigrasi untuk menolak keduanya jika mencoba masuk. Alasan utama larangan ini adalah sikap kedua menteri terhadap aktivis pro-Palestina serta dukungan mereka terhadap kebijakan yang mendorong pengusiran warga Palestina dari tanah airnya.

Ben-Gvir dan Smotrich memang dikenal sebagai tokoh garis keras. Smotrich, yang tinggal di pemukiman ilegal Israel, secara terbuka mendukung aneksasi Tepi Barat dan ingin 'membunuh gagasan' negara Palestina. Sementara itu, Ben-Gvir pernah memicu kemarahan global setelah membagikan video dirinya mengejek aktivis pro-Palestina yang ditangkap dalam misi kapal bantuan ke Gaza.

Menariknya, Irlandia tidak berhenti di sini. Martin juga mendesak Uni Eropa untuk memberikan sanksi serupa terhadap kedua menteri tersebut. 'Perilaku mereka layak mendapat sanksi di tingkat Uni Eropa,' ujar Martin dalam konferensi pers di Montenegro.

Langkah Irlandia ini bukan yang pertama. Sebelumnya, Inggris, Spanyol, Slovenia, dan Prancis juga telah melarang masuk Ben-Gvir. Namun, larangan dari Irlandia punya bobot politik yang kuat karena negara ini dikenal sebagai salah satu pengkritik paling vokal terhadap kebijakan Israel di Gaza. Pada 2024 lalu, Irlandia secara resmi mengakui negara Palestina, yang langsung dibalas Israel dengan menutup kedutaan besarnya di Dublin.

Analisis Dampak: Keputusan ini menunjukkan isolasi diplomatik Israel semakin nyata di Eropa. Irlandia, yang secara historis netral, kini menjadi ujung tombak tekanan moral terhadap kebijakan ekstrem pemerintah Netanyahu. Langkah ini juga bisa menjadi preseden bagi negara-negara Eropa lain yang ragu-ragu untuk ikut menjatuhkan sanksi. Di sisi lain, larangan ini justru bisa memperkuat posisi Ben-Gvir dan Smotrich di dalam negeri Israel sebagai korban 'kampanye asing' untuk melemahkan mereka.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook