JAKARTA - Arab Saudi akhirnya memutus dahaga gelar Arabian Gulf Cup setelah 21 tahun menunggu. Bermain di hadapan pendukung sendiri di King Abdullah Sports City Stadium, Jeddah, The Green Falcons menumbangkan Uni Emirat Arab dengan skor meyakinkan 2-0, Selasa dini hari WIB.
Pesta gol tuan rumah dimulai sejak menit ke-11. Hammam Al-Hammami membuka keunggulan lewat tendangan dari luar kotak penalti yang membuat stadion bergemuruh. Belum reda euforia, dua menit berselang Firas Al-Buraikan menggandakan skor setelah memanfaatkan umpan matang Nasser Al-Dosari. Keunggulan dua gol ini bertahan hingga peluit panjang.
UEA sebenarnya sempat memberikan perlawanan. Nicolas Gimenez hampir memperkecil kedudukan di menit ke-24, namun bola membentur tiang gawang. UEA juga sempat berharap mendapat hadiah penalti enam menit sebelum turun minum, tapi keputusan itu dianulir oleh VAR. Kiper Arab Saudi, Mohammed Al-Owais, tampil gemilang dengan mencatatkan clean sheet sepanjang turnamen.
Pelatih Arab Saudi, Georgios Donis, menyebut disiplin pemain sebagai kunci sukses timnya. "Ada banyak kesulitan, tapi para pemain menunjukkan fokus dan disiplin. Kami mengubah kesulitan itu menjadi gelar juara," ujarnya usai laga.
Gelar ini menjadi trofi Gulf Cup keempat bagi Arab Saudi, sekaligus yang pertama sejak 2004. Meski sebelumnya gagal di Piala Dunia 2026, performa di turnamen regional ini diharapkan menjadi fondasi kuat menjelang Piala Asia AFC 2027 yang akan mereka gelar sendiri, serta persiapan jangka panjang menuju Piala Dunia 2034.