KINSHASA, DRC โ Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan peringatan serius. Wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo (DRC) kini menyebar lebih cepat dari wabah sebelumnya. Dalam dua bulan terakhir, kasus positif sudah menembus angka 2.000โpadahal wabah sebelumnya butuh waktu 10 bulan untuk mencapai angka yang sama.
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengungkapkan fakta mengejutkan pada Kamis (25/7). Lebih dari 80 persen kasus baru terdeteksi di luar daftar kontak erat pasien. Artinya, rantai penularan masih banyak yang tidak terpantau. Hingga kini, total 796 orang meninggal dunia akibat virus mematikan ini.
Kondisi makin runyam karena tenaga kesehatan di Provinsi Ituri, pusat wabah, mogok kerja. Mereka menuntut kompensasi yang belum dibayar sejak wabah dimulai. Rumah Sakit Umum Bunia bahkan diblokade oleh para perawat dan dokter.
Situasi berbeda terjadi di Uganda. Negara tetangga DRC itu baru saja memulangkan pasien Ebola terakhirnya, seorang warga Kongo yang sembuh total. Dengan ini, Uganda memulai hitungan mundur 42 hari untuk dinyatakan bebas Ebola. Sejak 22 Juni, tidak ada lagi kasus baru di Uganda.