Di tengah memanasnya konflik geopolitik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel, nasib partisipasi timnas sepak bola Iran di Piala Dunia yang akan datang menjadi tanda tanya besar. Namun, sinyal positif kini datang dari pertemuan penting antara federasi sepak bola Iran dan Presiden FIFA, Gianni Infantino, yang menegaskan kembali komitmen Iran untuk berlaga di tanah AS.
Pertemuan tatap muka pertama antara pejabat sepak bola Iran dan Presiden FIFA Gianni Infantino sejak konflik yang disebut 'perang AS-Israel terhadap Iran' pecah pada 28 Februari lalu, berlangsung sukses di Turki. Diplomasi sepak bola ini berhasil meredakan ketegangan dan mengikis spekulasi liar seputar partisipasi Iran di turnamen akbar tersebut.
Federasi sepak bola Iran melaporkan pertemuan itu berjalan baik, tanpa ada pembahasan mengenai pemindahan lokasi pertandingan Piala Dunia dari Amerika Serikat ke Meksiko – opsi yang sebelumnya sempat mengemuka namun berulang kali ditolak FIFA. Bahkan, Infantino menawarkan bantuan konkret untuk persiapan tim Iran dalam dua bulan ke depan. Ini krusial, mengingat sebagian besar pemain mereka berasal dari liga domestik yang terhenti akibat situasi perang.
Meskipun ada keraguan awal dari beberapa pejabat pemerintah Iran yang sempat menyarankan tim tidak bisa bertanding di AS atau meminta FIFA memindahkan lokasi, dan juga pernyataan membingungkan dari Presiden AS Donald Trump (yang sempat 'tidak peduli' lalu menjamin keamanan pemain), sikap FIFA tetap konsisten. Mereka bersikeras bahwa Iran akan datang ke AS dan jadwal Piala Dunia tidak akan berubah.
Penyelenggara di Arizona, AS, tempat kamp pelatihan Iran, juga terus menyiapkan fasilitas dan rencana keamanan. Ini sejalan dengan 'mantra' FIFA untuk tetap berpegang pada jadwal yang sudah ada. Dengan demikian, segala spekulasi tentang boikot atau pemindahan pertandingan dari Los Angeles dan Seattle ke Meksiko kini telah memudar. Tim Iran dijadwalkan tiba di kamp pelatihan Tucson, Arizona, paling lambat 10 Juni untuk turnamen yang berlangsung 11 Juni hingga 19 Juli.
Situasi ini menunjukkan bagaimana diplomasi olahraga, melalui FIFA, berperan penting dalam menjaga sportivitas dan komitmen, meskipun di tengah bayang-bayang konflik politik yang rumit. Partisipasi Iran di panggung dunia ini bukan hanya soal sepak bola, tetapi juga simbol ketahanan dan upaya untuk tetap berinteraksi di kancah internasional.