KONTROVERSI SEKS USAI, TINJU DUNIA IZINKAN LIN YU-TING TANDING! - Berita Dunia
← Kembali

KONTROVERSI SEKS USAI, TINJU DUNIA IZINKAN LIN YU-TING TANDING!

Foto Berita

Petinju Taiwan peraih emas Olimpiade, Lin Yu-ting, akhirnya bisa bernapas lega. Setelah melewati serangkaian tes kelayakan seks oleh World Boxing, Lin dinyatakan bersih dan siap kembali ke ring pada Kejuaraan Tinju Asia. Keputusan ini sekaligus mengakhiri polemik panjang yang sempat menghebohkan dunia olahraga.

Pengumuman dari World Boxing, badan pengatur tinju di level Olimpiade, pada Jumat lalu, menjadi angin segar bagi Lin. Ia sempat absen dari beberapa kompetisi internasional sejak World Boxing memperkenalkan kebijakan uji genetik pada Agustus tahun lalu. Kebijakan ini mewajibkan semua petinju menjalani tes kromosom Y satu kali untuk memastikan kelayakan seks mereka.

Lin dan petinju Aljazair Imane Khelif sebelumnya jadi sorotan tajam di Olimpiade Paris 2024. Meskipun saat itu keduanya memenuhi aturan kelayakan yang ditetapkan Komite Olimpiade Internasional (IOC) untuk turnamen tersebut, keberhasilan mereka memicu perdebatan sengit tentang standar kelayakan seks dalam olahraga.

World Boxing, yang mengambil alih sebagai badan pengatur tahun lalu, menegaskan komitmennya terhadap keselamatan dan integritas olahraga lewat kebijakan baru ini. Meski tidak merinci hasil tes Lin, World Boxing menyebut bahwa Asosiasi Tinju Chinese Taipei (CTBA) mengajukan banding setelah salah satu petinjunya menjalani tes tahun lalu. “Kami mengakui ini adalah periode sulit bagi petinju dan CTBA,” ujar Sekjen World Boxing Tom Dielen, sembari mengapresiasi kerja sama dalam proses banding. CTBA sendiri menyambut keputusan ini dengan “kelegaan luar biasa,” menyatakan bahwa pakar medis independen World Boxing telah meninjau semua bukti dan mengonfirmasi Lin adalah perempuan sejak lahir.

Sementara itu, Imane Khelif juga belum berkompetisi di bawah World Boxing sejak tes diberlakukan. Ia berencana debut di tinju profesional bulan April, meskipun sekarang petinju profesional diizinkan bertanding di Olimpiade. Kasus Lin dan Khelif menyoroti perbedaan standar antar badan tinju (misalnya IBA sempat melarang mereka di kejuaraan 2023, sementara IOC mengizinkan di Paris). Lebih jauh, ini membuka kembali diskusi tentang isu kompleks “differences in sex development” (DSD) yang sebelumnya membuat pengujian kromosom dikesampingkan di era 90-an karena ambiguitas. Kebijakan World Boxing ini, meskipun bertujuan baik, berpotensi terus memicu perdebatan tentang bagaimana menyeimbangkan keadilan kompetisi dengan inklusivitas atletik di panggung dunia.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook