1.700 TENAGA MEDIS TEWAS DI GAZA, DUNIA DIMINTA BUKA SUARA - Berita Dunia
← Kembali

1.700 TENAGA MEDIS TEWAS DI GAZA, DUNIA DIMINTA BUKA SUARA

Foto Berita

JAKARTA — Lebih dari 1.700 tenaga kesehatan dilaporkan tewas selama konflik berkepanjangan di Gaza. Angka ini belum termasuk ratusan dokter, perawat, dan paramedis lain yang ditahan tanpa dakwaan oleh Israel. Mereka yang bertahan untuk merawat korban luka justru ikut menjadi korban.

Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat sedikitnya 1.000 serangan terhadap fasilitas kesehatan di Gaza sejak Oktober 2023, mengakibatkan lebih dari 1.000 kematian dan 1.700 luka-luka. Sekitar 90 persen infrastruktur kesehatan di wilayah tersebut hancur atau rusak parah. Pada Agustus 2025, para ahli PBB menyebut penghancuran sistematis sistem kesehatan ini sebagai "medicide" atau pembunuhan terhadap layanan medis.

Situasi ini menjadi sorotan dalam Sidang Umum Asosiasi Medis Dunia (WMA) di Rotterdam, Belanda, pekan ini. Organisasi internasional Doctors Without Borders (MSF) mendesak WMA untuk tidak sekadar berdebat, tetapi menjadikan nasib kolega Palestina sebagai ujian nyata komitmen etika medis global. WMA sendiri telah mengadopsi resolusi perlindungan tenaga kesehatan di zona konflik pada tahun lalu, namun implementasinya dinilai masih jauh dari harapan.

Di antara ratusan tenaga medis yang ditahan, perhatian tertuju pada Dr Hussam Abu Safia, dokter anak sekaligus mantan kepala Rumah Sakit Kamal Adwan—fasilitas kesehatan terakhir yang beroperasi di Gaza utara sebelum diserbu pasukan Israel pada Desember 2024. Ia telah ditahan lebih dari 22 bulan tanpa dakwaan di bawah Undang-Undang Penahanan Kombatan Ilegal Israel yang memungkinkan penahanan tanpa batas waktu. Laporan menyebut ia mengalami isolasi berkepanjangan, pemukulan, penurunan berat badan drastis, dan kondisi medis yang tidak tertangani. Petisi internasional untuk pembebasannya telah ditandatangani lebih dari 970 profesional medis dari 41 negara.

Selain Dr Hussam, ada Dr Mazen al-Rantisi, dokter keluarga berusia 71 tahun dari Ramallah, Tepi Barat, yang dikenal sebagai "dokter kaum miskin". Ia ditangkap dalam penggerebekan dini hari pada Juni lalu. Kemudian Dr Mohammed Hassan Ali Obeid, ahli bedah ortopedi Palestina berusia 43 tahun dan kolega lama MSF, telah ditahan lebih dari 600 hari tanpa dakwaan.

Meski sebagian tenaga kesehatan yang ditahan telah dibebaskan, lebih dari 80 orang masih berada dalam tahanan Israel, ditambah setidaknya selusin lainnya yang ditangkap dari Tepi Barat.

Dampak bagi Masyarakat: Hancurnya sistem kesehatan Gaza berarti jutaan warga kehilangan akses layanan medis dasar. Ketika dokter dan perawat tewas atau ditahan, pasien—terutama anak-anak, ibu hamil, dan korban luka—kehilangan satu-satunya harapan untuk bertahan hidup. Situasi ini berpotensi memicu krisis kemanusiaan yang lebih luas, termasuk wabah penyakit dan kematian yang sebenarnya bisa dicegah. Tekanan internasional terhadap Israel diperkirakan akan semakin menguat, terutama menjelang forum-forum multilateral berikutnya.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook