Gaza kembali diselimuti duka mendalam. Seorang bayi perempuan mungil meninggal dunia akibat kedinginan ekstrem, menjadi korban kesembilan anak-anak yang meregang nyawa karena suhu beku di wilayah tersebut sepanjang musim dingin ini.
Shaza Abu Jarad, nama bayi yang tak berdaya itu, kini menambah daftar panjang tragedi kemanusiaan di Gaza. Kematian Shaza terjadi di tengah terus berlanjutnya pembatasan bantuan kemanusiaan oleh Israel, sebuah situasi ironis mengingat adanya perjanjian gencatan senjata dengan Hamas.
Penyaluran bantuan vital, termasuk selimut, pakaian hangat, dan bahan bakar untuk penghangat, menghadapi kendala serius. Kondisi ini membuat ribuan keluarga, terutama anak-anak, sangat rentan terhadap kondisi cuaca dingin yang mematikan. Krisis kemanusiaan di Gaza semakin memburuk, dengan fasilitas medis dan infrastruktur yang hancur, mempersulit upaya penyelamatan nyawa.