Dunia tinju akan kembali bergetar! Dua ikon legendaris, Floyd Mayweather dan Manny Pacquiao, dipastikan akan saling berhadapan dalam duel profesional jilid kedua yang sangat dinanti. Pertarungan bersejarah ini dijadwalkan pada 19 September dan bakal mencetak sejarah sebagai event tinju pertama yang digelar di The Sphere, Las Vegas, sebuah venue imersif yang super megah.
Yang lebih bikin penasaran, laga akbar ini akan tayang secara global via Netflix. Ini menandai langkah besar platform streaming tersebut dalam merambah siaran langsung olahraga, bersaing ketat di kancah global. Pertarungan ini menjadi salah satu penanda seriusnya Netflix dalam menggarap konten live sports, yang sebelumnya banyak didominasi platform lain.
Rematch ini adalah kelanjutan dari duel mereka di tahun 2015, yang sempat menyita perhatian dunia dan memecahkan rekor pay-per-view, meski dari sisi aksi di ring, banyak yang merasa kurang gereget. Saat itu, Pacquiao bahkan mengakui dirinya bertarung dengan cedera bahu, yang mungkin menghambat performa agresifnya melawan strategi bertahan Mayweather. Banyak penggemar berharap kali ini mereka akan melihat duel yang lebih seimbang dan mendebarkan.
Kini, kedua petinju legendaris ini sudah tidak muda lagi. Mayweather, yang akan menginjak 49 tahun, mengakhiri masa pensiunnya setelah sembilan tahun. Sementara Pacquiao (47 tahun) juga baru kembali dari hiatus empat tahun. Pertanyaan besar pun muncul: apakah mereka masih bisa menyuguhkan pertarungan kelas atas di usia senja karier mereka? Atau ini hanya sekadar tontonan nostalgia yang mahal? Apalagi, Mayweather dikabarkan sempat menghadapi masalah finansial dan Pacquiao sendiri bertekad ingin memberi kekalahan profesional pertama kepada sang petinju tak terkalahkan itu.
Meski demikian, daya tarik nama besar 'Money' Mayweather dan 'PacMan' Pacquiao tak bisa dimungkiri. Reputasi Mayweather yang tak terkalahkan (50-0) melawan semangat juang Pacquiao yang ingin mencoreng rekor sempurna lawannya, adalah bumbu utama yang akan membuat duel ini tetap jadi sorotan. Bagi masyarakat dan penggemar tinju, ini adalah kesempatan langka menyaksikan dua legenda terakhir di generasinya kembali unjuk gigi, sekaligus harapan agar kali ini, pertarungan benar-benar sebanding dengan hype yang mengelilinginya.