KELUARGA SUTRADARA OSCAR DISERANG, PUTUSAN PENGADILAN TAK BERGUNA! - Berita Dunia
← Kembali

KELUARGA SUTRADARA OSCAR DISERANG, PUTUSAN PENGADILAN TAK BERGUNA!

Foto Berita

Kemenangan film "No Other Land" di ajang Oscar harus dibayar mahal. Sutradara Hamdan Ballal mengungkapkan, kekerasan terhadap keluarganya di Masafer Yatta, Tepi Barat, makin parah, bahkan setelah ada putusan pengadilan yang seharusnya melindungi mereka. Mirisnya, putusan itu diabaikan, dan tentara Israel justru memihak para penyerang.

Hampir setahun sejak film dokumenter Palestina-Israel "No Other Land" memenangkan Academy Award, Hamdan Ballal, salah satu sutradaranya, merasa serangan pemukim Israel di wilayah Masafer Yatta kian menjadi-jadi. Puncaknya terjadi pada Minggu lalu, ketika pemukim menyerbu kampung halaman Ballal di Susya. Padahal, dua minggu sebelumnya, pengadilan Israel telah memutuskan area sekitar rumahnya tertutup bagi non-penduduk.

Ironisnya, alih-alih menegakkan putusan tersebut, tentara Israel yang dipanggil keluarga Ballal justru berpihak pada penyerang. "Putusan itu seharusnya membuat keadaan lebih baik bagi kami, tapi yang terjadi justru sebaliknya," ujar Ballal kepada Al Jazeera, Senin. "Otoritas Israel tidak melakukan apa-apa untuk menegakkan keputusan, malah bergabung dengan pemukim dalam serangan itu."

Salah satu saudara Ballal bahkan dicekik oleh seorang tentara dan harus dilarikan ke rumah sakit karena kesulitan bernapas. Empat kerabat lainnya—dua saudara laki-laki, seorang keponakan, dan seorang sepupu—ditahan selama beberapa jam. Mereka semua kini telah dibebaskan.

Ballal menuding serangan itu dipimpin oleh pemukim yang sama yang menyerangnya saat pulang dari upacara Oscar di Los Angeles Maret lalu. Saat itu, ia disekap dan dilepaskan sehari kemudian dengan luka di kepala dan perut, memicu kecaman global. Ballal menduga, balas dendam atas film tersebut kini dialihkan ke keluarganya untuk menghindari sorotan media.

Sejak saat itu, keluarganya rutin dihalangi menggembala domba dan menggarap lahan, bahkan kerap ditangkap, diinterogasi tentang pekerjaannya, atau diintimidasi agar meninggalkan rumah. "Keluarga saya membayar mahal karena saya; karena saya membagikan film dan kebenaran," katanya.

Film "No Other Land" sendiri mengisahkan perjuangan jurnalis Palestina Basel Adra dan jurnalis Israel Yuval Abraham dalam melindungi rumah-rumah warga Palestina di tengah konflik dengan pemukim di Masafer Yatta, Hebron Selatan. Kawasan ini memang rawan konflik, di mana pemukim sering mengklaim lahan untuk pos ilegal, sementara tentara Israel beralasan akan mengubah area tersebut menjadi zona latihan militer.

Analisis & Dampak: Kasus ini mencerminkan situasi genting di Tepi Barat, di mana putusan hukum acapkali tak berdaya di hadapan kekuatan militer dan tekanan pemukim. Peristiwa ini bukan hanya serangan pribadi, melainkan juga bagian dari pola sistematis yang bertujuan mengusir warga Palestina dari tanah mereka. Pemerintahan koalisi sayap kanan Israel di bawah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sendiri dikenal gencar mendorong perluasan kontrol di Tepi Barat, memperburuk ketegangan dan mengikis harapan akan solusi damai. Balas dendam terhadap aktivis atau jurnalis melalui keluarganya merupakan taktik intimidasi yang keji, bertujuan membungkam suara-suara kritis dan menghalangi terkuaknya kebenaran kepada dunia. Ini menciptakan iklim ketakutan yang mendalam bagi masyarakat Palestina yang berjuang mempertahankan eksistensinya.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook