Upacara penghargaan individu paling bergengsi di dunia sepak bola, Ballon d'Or, akan digelar pada Senin (waktu setempat) di London, Inggris. Ini menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya sejak 1956, acara puncak tersebut dihelat di luar Prancis.
Untuk kategori putra, penyerang Bayern Munich asal Inggris, Harry Kane, tampil sebagai favorit utama. Performa moncernya dengan torehan 73 gol musim lalu membuatnya menguasai sekitar 70 persen pasar bandar taruhan. Ia bersaing ketat dengan bintang muda Barcelona, Lamine Yamal, dan penyerang Real Madrid, Kylian Mbappe. Sementara di kategori putri, gelandang Spanyol Alexia Putellas dijagokan meraih trofi untuk ketiga kalinya.
Ballon d'Or edisi ke-70 ini menggunakan format penilaian yang ketat. Pemenang ditentukan oleh juri internasional yang terdiri dari jurnalis spesialis dari 100 negara teratas (putra) dan 50 negara teratas (putri) berdasarkan ranking FIFA. Mereka memilih dari 30 nama shortlist, dengan poin diberikan secara berurutan dari 15 hingga 1. Penilaian mencakup performa individu, prestasi tim, hingga sikap fair play sepanjang periode Agustus 2025 hingga Juli 2026.
Analisis Dampak: Perpindahan lokasi ke London menandakan upaya globalisasi brand Ballon d'Or yang kini dikelola bersama UEFA. Bagi penggemar sepak bola Indonesia, perhelatan ini menjadi ajang pembuktian apakah dominasi pemain Liga Inggris dan Jerman masih berlanjut, atau ada kejutan dari pemain muda seperti Lamine Yamal. Sorotan juga tertuju pada absennya nama-nama besar Liga Arab Saudi dalam bursa favorit, menegaskan bahwa standar kompetisi Eropa masih menjadi barometer utama dalam penilaian jurnalistik global.