Jakarta, Media Online – Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan, dan Presiden RI, Prabowo Subianto, menggelar pertemuan tertutup di Jakarta pada Rabu (12/2). Pertemuan ini dinilai 'sangat produktif' oleh Fidan, yang langsung mengumumkannya melalui akun media sosial X.
Kedua pemimpin membahas peningkatan kerja sama di berbagai sektor strategis, mulai dari pertahanan, energi, transportasi, hingga industri makanan halal. Tak hanya itu, mereka juga mengupas tuntas proyek-proyek konkret untuk mencapai target volume perdagangan bilateral sebesar 10 miliar dolar AS. Target ambisius ini sebenarnya sudah disepakati sejak April tahun lalu saat para pemimpin kedua negara berjanji memperdalam hubungan.
Dalam pertemuan itu, Prabowo secara khusus menyampaikan apresiasi atas dukungan Turki dalam memulangkan sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang diculik oleh Israel. Para WNI itu merupakan bagian dari misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 yang hendak menuju Gaza.
Kedua negara juga saling bertukar pandangan mengenai situasi terkini di Timur Tengah, dengan fokus utama pada Iran dan Palestina. Melalui pernyataan resmi dari Istana Kepresidenan, Indonesia dan Turki menegaskan komitmen mereka sebagai negara Global South. 'Kami sepakat bahwa stabilitas kawasan harus dijaga melalui dialog, diplomasi, dan penyelesaian sengketa secara damai,' bunyi pernyataan tersebut.
Analisis: Pertemuan ini menandai babak baru hubungan Indonesia-Turki yang semakin erat di bawah kepemimpinan Prabowo. Target dagang USD 10 miliar bukan sekadar angka, melainkan sinyal bahwa kedua negara ingin mengurangi ketergantungan pada mitra dagang tradisional. Kolaborasi di industri pertahanan juga patut disorot, mengingat Turki adalah salah satu produsen alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang sedang naik daun. Sementara itu, dukungan Turki dalam kasus penyanderaan WNI di Gaza menunjukkan solidaritas yang kuat di tengah krisis kemanusiaan. Ini memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu suara paling vokal untuk kemerdekaan Palestina di panggung internasional.