Ketegangan di Timur Tengah kembali memuncak setelah sebuah tanker minyak mentah Kuwait bernama Al Salmi diduga diserang drone di Pelabuhan Dubai semalam. Insiden ini memicu kebakaran dan terjadi di tengah rentetan serangan serupa yang melanda Arab Saudi, Qatar, dan Bahrain, memperparah konflik regional yang telah memanas sejak akhir Februari.
Menurut laporan, serangan terhadap tanker Al Salmi terjadi pada Senin malam hingga Selasa dini hari waktu setempat. Kuwait Petroleum Corporation (KPC) mengonfirmasi bahwa tanker tersebut, yang membawa dua juta barel minyak mentah dari Kuwait dan Arab Saudi menuju Tiongkok, mengalami kerusakan dan terbakar saat berlabuh. Beruntung, otoritas Dubai sigap mengendalikan api dan menyatakan tidak ada tumpahan minyak maupun korban luka serius dari insiden tanker ini.
Namun, ketenangan ini tak berlangsung lama. Serangkaian ledakan keras dilaporkan terdengar di Dubai, dan di area Al Badaa, empat orang dilaporkan mengalami luka ringan akibat serangan lain. Bersamaan dengan itu, Arab Saudi melaporkan berhasil mencegat dan menghancurkan 10 drone serta 8 rudal balistik. Qatar dan Bahrain juga mengklaim telah menggagalkan serangan rudal dan drone di wilayah mereka.
Insiden ini menambah daftar panjang serangan terhadap kapal niaga dan fasilitas energi di Teluk dan Selat Hormuz sejak konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran memanas pada 28 Februari. Sebelumnya, sebuah kapal kontainer Yunani di lepas pantai Ras Tanura, Arab Saudi, dan kapal kargo Thailand, Mayuree Naree, juga menjadi sasaran serangan.
Analisis dari berbagai sumber menunjukkan bahwa eskalasi ini merupakan bagian dari "perang bayangan" yang semakin terbuka di kawasan. Serangan yang semakin sering, intens, dan merambah berbagai negara menunjukkan peningkatan risiko serius bagi pelayaran internasional, terutama jalur vital pengiriman minyak global. Situasi ini bukan hanya mengancam stabilitas politik, tetapi juga berpotensi memicu lonjakan harga minyak dunia, biaya asuransi maritim yang melambung, serta gangguan pada rantai pasok energi global. Masyarakat perlu mewaspadai dampak ekonomi yang mungkin timbul dari ketidakpastian di salah satu pusat energi dunia ini.