NAFAS TERAKHIR WN INGGRIS DI PENJARA IRAN - Berita Dunia
← Kembali

NAFAS TERAKHIR WN INGGRIS DI PENJARA IRAN

Foto Berita

Pasangan suami istri asal Inggris, Lindsay dan Craig Foreman, kehilangan harapan setelah Mahkamah Agung Iran menolak banding atas hukuman 10 tahun penjara mereka. Keduanya dituduh melakukan spionase saat sedang melakukan perjalanan keliling dunia dengan sepeda motor. Mereka ditangkap pada Januari 2025 saat melintasi Iran.

Sejak banding ditolak tanpa alasan jelas, pasangan ini memulai aksi mogok makan di Penjara Evin, Tehran. Craig, seorang tukang kayu, sudah 25 hari tidak makan. Sementara Lindsay, seorang life coach, memasuki hari ke-16 mogok makannya. Mereka nekat mogok makan sebagai protes karena tidak diizinkan hadir dalam sidang banding mereka sendiri.

Putra Lindsay, Joe Bennett, menyebut penahanan ibunya dan ayah tirinya sebagai pelanggaran HAM berat. Ia mengaku tidak tahu harus berbuat apa lagi setelah semua jalur hukum buntu. Keluarga bahkan tidak bisa berkomunikasi dengan mereka sejak wawancara eksklusif dengan BBC lebih dari sebulan lalu.

Menurut pengacara mereka, Haydee Dijkstal, kedua turis ini ditahan secara sewenang-wenang dan hak-hak fundamental mereka dilanggar secara sistematis. Kasus ini kini dilimpahkan ke Mahkamah Agung, namun keluarga tidak memahami proses hukum Iran yang rumit.

Richard Ratcliffe, suami dari Nazanin Zaghari-Ratcliffe yang pernah ditahan enam tahun di Iran, mengatakan penolakan banding ini adalah sinyal keras dari Teheran kepada pemerintah Inggris. Ia menyebut Pengadilan Revolusi Iran bukanlah pengadilan sungguhan, melainkan 'teater hukuman'.

Kantor Luar Negeri Inggris menyebut penahanan ini tidak dapat dibenarkan dan mengerikan. Mereka memperingatkan bahwa memiliki paspor Inggris atau hubungan dengan Inggris bisa menjadi alasan bagi otoritas Iran untuk menahan seseorang.

Analisis: Kasus ini menunjukkan pola Iran yang kerap menggunakan warga asing sebagai alat tawar-menawar politik. Seperti kasus Zaghari-Ratcliffe yang baru bebas setelah Inggris membayar utang ratusan juta pound, nasib pasangan Foreman kini tergantung pada negosiasi diplomatik yang alot. Situasi kemanusiaan mereka sangat kritis karena mogok makan bisa berakibat fatal.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook