Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, angkat bicara keras membela Kylian Mbappe. Ia menyebut kritik pedas yang dialamatkan kepada striker bintangnya itu sebagai hal yang 'tidak masuk akal' atau ridiculous.
Mbappe memang tengah jadi sorotan tajam. Bukan karena performanya, melainkan cara dia memulihkan cedera lutut kiri. Alih-alih menjalani pemulihan di Madrid, kapten Timnas Prancis itu memilih menghabiskan waktu di Prancis dan Swiss. Hal ini memicu kemarahan sebagian fans, apalagi Mourinho sempat berpesan agar pemain menghindari aktivitas berisiko seperti bersepeda.
Puncaknya, Mbappe sempat terlihat di depan klub malam di Paris dan tertangkap kamera sedang bersepeda di Swiss. Namun, Mourinho meluruskan fakta. Menurutnya, klub malam itu adalah lokasi acara privat Fashion Week, bukan pesta. Sedangkan soal sepeda, itu adalah fasilitas hotel tempat ia menginap untuk berpindah antar-area, bukan latihan Tour de France.
Mourinho menegaskan Mbappe sudah menjalani semua prosedur medis yang diwajibkan klub, termasuk datang ke Madrid untuk scan sebelum konsultasi ke spesialis di Prancis karena riwayat cederanya. Mbappe sendiri sudah kembali berlatih dan berpeluang tampil saat Real Madrid menjamu Villarreal akhir pekan ini.
Analisis Dampak: Kasus ini menunjukkan tekanan psikologis yang dihadapi pemain sekelas Mbappe. Bagi masyarakat umum, ini adalah gambaran bagaimana batas antara kehidupan privat dan publik seorang atlet elit semakin kabur. Di sisi lain, manajemen krisis Mourinho yang melindungi pemainnya bisa jadi contoh kepemimpinan yang baik, namun juga menyoroti risiko cedera atlet yang terus menjadi perhatian utama di dunia olahraga modern.