LE PEN KLAIM PRANCIS BUTUH 'RENAISSANCE' DI TENGAH KRISIS - Berita Dunia
← Kembali

LE PEN KLAIM PRANCIS BUTUH 'RENAISSANCE' DI TENGAH KRISIS

Foto Berita

Marine Le Pen secara resmi membuka kampanye presidennya di Orleans, Prancis, dengan pesan tegas: ia akan memimpin 'kebangkitan' negara itu yang menurutnya sedang tenggelam dalam krisis. Politisi sayap kanan dari partai National Rally (RN) ini disambut sorakan ribuan pendukung yang mengibarkan bendera Prancis di bawah lautan lampu merah dan biru. Dengan percaya diri, Le Pen memposisikan pemilu mendatang sebagai peluang bersejarah untuk memulihkan kejayaan Prancis di masa lalu.

Pidato Le Pen ini muncul saat Prancis berada di persimpangan jalan. Sejak pertengahan September, gelombang protes besar-besaran mengguncang negara, dipicu oleh pelajar SMA di pinggiran Paris dan menyebar menjadi mobilisasi nasional yang menyalurkan ketidakpuasan sosial dan ekonomi yang meluas. Aksi protes yang awalnya damai berujung rusuh dalam skala yang jarang terjadi, dengan penjarahan toko dan lebih dari 2.000 orang ditangkap pada 17 Oktober lalu. Situasi ini dimanfaatkan Le Pen untuk menonjolkan citra partainya sebagai penjamin hukum dan ketertiban, sekaligus mengkritik keras Presiden Emmanuel Macron yang dianggap gagal menangani keamanan publik.

Dampaknya bagi masyarakat Prancis sangat signifikan. Ketidakstabilan ini tidak hanya mengganggu aktivitas ekonomi harian akibat aksi demo dan penjarahan, tetapi juga memperuncing polarisasi politik. Isu keamanan dan ketertiban menjadi senjata utama Le Pen untuk menarik simpati publik, terutama mereka yang merasa negara kehilangan kendali. Dengan posisinya yang kuat di jajak pendapat, dinamika ini berpotensi besar mengubah peta politik Prancis, memaksa publik untuk memilih antara stabilitas yang dijanjikan Le Pen atau mempertahankan status quo di tengah ketidakpastian.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook