Duka mendalam menyelimuti Pakistan setelah insiden ambruknya atap ruang kelas di Al-Khair School, Provinsi Khyber Pakhtunkhwa. Sedikitnya 34 siswa yang berusia di bawah 13 tahun dan seorang guru tewas dalam kejadian nahas tersebut. Pemerintah setempat bergerak cepat dengan memerintahkan inspeksi menyeluruh terhadap bangunan sekolah di wilayah tersebut.
Inspeksi ini bertujuan untuk mengklasifikasikan kondisi sekolah: apakah aman, butuh perbaikan, atau berpotensi membahayakan. Tim terkait diberi waktu tiga hari untuk melaporkan hasil temuan mereka. Sorotan utama dalam tragedi ini adalah kelalaian yang diduga kuat terjadi. Polisi telah menangkap pemilik sekolah, Mohammad Khan, karena bangunan tersebut dinilai lemah secara struktur. Ia diduga mengabaikan peringatan warga soal kebocoran atap yang menyebabkan air hujan merembes ke ruang kelas.
Keluarga korban menuntut keadilan atas kelalaian ini. Mereka mengaku telah berulang kali memperingatkan pihak sekolah mengenai rembesan air hujan yang membahayakan. Insiden ini juga menyoroti standar konstruksi di Pakistan yang sering dikritik karena penggunaan material berkualitas rendah. Sebelumnya, ambruknya atap pusat bimbingan belajar di Lahore pada Juni lalu juga menewaskan 14 orang, menandakan masalah struktural ini bukan kasus tunggal.