PEMIMPIN IRAN TUMBANG BERUNTUN, MASA DEPAN NEGERI KIAMAT? - Berita Dunia
← Kembali

PEMIMPIN IRAN TUMBANG BERUNTUN, MASA DEPAN NEGERI KIAMAT?

Foto Berita

Serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel semakin gencar menghantam Iran, puncaknya dengan tewasnya juru bicara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Brigjen Ali Mohammad Naini, dalam insiden yang disebut Teheran sebagai 'serangan teroris pengecut'. Kematian Naini, yang terjadi tak lama setelah ia sesumbar di televisi nasional tentang kapasitas rudal Iran, menambah panjang daftar petinggi negeri tersebut yang tewas dalam kampanye penyerangan sistematis.

Sebelumnya, dalam waktu kurang dari tiga minggu, sejumlah figur kunci telah menjadi korban. Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei gugur pada awal kampanye militer, dan posisinya kini digantikan oleh putranya, Mojtaba Khamenei. Tokoh berpengaruh lainnya, Ali Larijani, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, juga tewas bersama putra dan beberapa ajudannya. Kepala Pasukan Paramiliter Basij, Brigjen Gholamreza Soleimani, serta Menteri Intelijen Esmail Khatib turut dikonfirmasi meninggal dunia dalam rentang 48 jam yang sama.

Di tengah suasana duka dan mencekam di Teheran, terutama saat perayaan Tahun Baru Persia Nowruz yang berbarengan dengan Idulfitri, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu justru mengklaim bahwa Iran kini tak lagi mampu memperkaya uranium atau memproduksi rudal balistik. Di sisi lain, meski Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth 'mengolok-olok' situasi tersebut, pejabat intelijen AS Tulsi Gabbard mengungkapkan adanya perbedaan tujuan antara Washington dan Tel Aviv. Israel disebut fokus melumpuhkan kepemimpinan Iran, sementara tujuan AS adalah menghancurkan kapabilitas rudal balistik dan angkatan laut Iran.

Rentetan pembunuhan ini menciptakan eskalasi ketegangan di Timur Tengah dan memicu potensi kekosongan kepemimpinan serta perebutan kekuasaan di Iran. Netanyahu sendiri melihat kampanye ini sebagai pembuka jalan bagi rakyat Iran untuk mengambil kembali negara mereka. Namun, dampak jangka panjang bagi stabilitas regional dan arah kebijakan Iran ke depan masih menjadi tanda tanya besar.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook